oleh

Tanpa Kompetensi Ikut Berkomentar Tentang Efektivitas Vaksin Bisa Berbahaya

Pati, SMJTimes.com – Vaksinasi Covid-19 resmi dicanangkan 2021 mendatang. Masih ada pertanyaan di masyarakat tentang efektivitas vaksin Sinovac yang diimpor pemerintah Indonesia dari China ini.

Berbagai spekulasi pun berdatangan mulai dari apakah vaksin tersebut sundah mencapai standar kemanjuran hingga efek samping yang akan ditimbulkan pasca vaksinasi.

Baca juga : Dinkes Pati Perkirakan Vaksinasi Nakes Berlangsung 6 Bulan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, Edi Siswanto, terkait beberapa isu tersebut mengatakan ia sepenuhnya menyerahkan hasil evaluasi vaksin Sinovac kepada Biofarma, lembaga BUMN yang ditunjuk resmi dari pemerintah.

Edi menyayangkan berbagai pihak yang tidak punya kompeten namun berspekulasi bebas hingga membuat situasi semakin tidak kondusif dan memunculkan golongan anti vaksin.

Baca juga : Bersiap, Indonesia Melakukan Vaksinasi Awal Tahun Mendatang

“Terus terang saya tidak punya kompetensi untuk menjawab itu. Sekarang ini kan banyak orang yang ngomong. Ada yang begini begitu, tapi mereka itu kompetensinya apa. Ada A bicara, B apakah mereka terlibat. Yang saya takutkan mereka tahu sedikit tapi ngomongnya banyak. Itu sangat daya sayangkan,” kata Kadis Dinkes Pati kepada Mitrapost.com saat ditemui dikantornya beberapa waktu lalu.

“Karena ada tim tersendiri yang mendalami itu dan itu sudah diamanahkan pada Biofarma. Mereka yang bekerja. Rekomendasi dari biofarma itu yang akan kita pakai,” imbuh Edi.

Baca juga : Gus Yaqut Didapuk menjadi Menteri Agama, Gus Hanies Mengaku Bangga

Edi mengimbau kepada warga Pati yang tidak punya kepentingan untuk kurangi berkomentar. Apalagi sumber yang dipakai acuan hanya dari internet.

“Orang hukum sebetulnya gini. Kalau kamu tidak tahu jangan berkomentar karena berbahaya. Ilmuan juga seperti itu, kalau tidak tahu banyak jangan berkomentar . Karena Biofarma tidak akan memberikan rekomendasi kalau tidak aman,” katanya.

Baca juga : Baznas Pati Bakal Bidik Perangkat Desa Tahun Depan

Negara sudah memperhitungkan segala risiko untuk meminimalisir hal yang membahayakan masyarakat. Pemilihan vaksin sudah melalui uji coba, selain efektivitasnya juga diperhatikan proses distribusinya. Artinya dipikirkan agar standar mutu vaksin tidak menurun ketika sampai di Indonesia.

Edi mengatakan, saat ini vaksin Sinovac yang digunakan pemerintah masih dalam tahap pengujian di Biofarma, dan efektivitas vaksin masih belum bisa dipublikasikan. Namun kabar terakhir menyebutkan vaksin direncanakan akan diterbitkan pada akhir Desember 2020 ini.(*)

Baca juga :

Reporter: Moh Anwar

 

Komentar

News Feed