oleh

Satlantas Pati Catat Angka Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Selama Pandemi

Pati, Smjtimes.com – Satuan Lalu Lintas Pati mencatat kasus pelanggaran lalu lintas selama pandemi meningkat. Hal ini juga menyusul aduan masyarakat terhadap tingginya angka kecelakaan. Merespon hal ini, Satlantas Pati melakukan bimbingan penyuluhan (Binluh) dan pendidikan masyarakat (Dikmas) patuh lalu lintas melalui operasi patuh candi yang digelar sejak 23 Juli hingga 5 Agustus mendatang.

Sukarno, Kanid Dikyasa Satlantas Polres Pati mengatakan selama masa pandemi, angka pelanggaran lalu lintas malah meningkat mulai dari tidak pakai helm hingga pengendara motor yang nekat lewat jalur cepat.

“Makanya ada operasi dan penyuluhan agar tertib lagi. Dari bulan Maret hingga Juli peningkatannya hampir separo. Situasi pandemi masyarakat malah jarang mengindahkan. Harusnya di rumah saja, tapi karena masyarakat dikira tidak ada penindakan malah masyarakat banyak yang keluar. Tidak ada penindan biasanya yang kasat mata,” jelasnya di sela-sela bertugas pada Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Cegah Penyakit  Hewan Menular, Pemprov Ajukan Pos Lalu Lintas Ternak di Tol Trans Jawa

Diakui Sukarno banyak masyarakat yang mengadukan kecelakaan di antara Jl. Jendral Soedirman hingga Margorejo.  Dikmas dan Binluh dianggapnya sebagai salah satu tindakan preventif mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

“Banyak masukan dari masyarakat terutama di Jalan sudirman. Kan ada jalur lambat dan jalur cepat. Masyarakat banyak yang lewat jalur cepat sehingga menyebabkan banyak kecelakaan. Ini tujuan yang pertama, mencegah angka kecelakaan laka lantas,”

“Tidak ada target pelanggaran, tapi Binluh dan Dikmas terus kita selenggarakan agar masyarakat tertib dan pelanggaran yang menyebabkan kecelakaan fatal bisa ditindak,” imbuh Sukarno.

Dalam pelaksanaan Binluh dan Dikmas, aparat menggunakan protokol kesehatan dan dijadwalkan minimal 4 kali sehari.

“Sesuai protokol kesehatan jelas, aparat pakai APD lengkap. Kita juga mengimbau pengguna jalan harus pakai protokol kesehatan,” terangnya. (*)

Baca juga: Cegah Klaster Baru saat Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Dilakukan Online

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *