SMJTimes.com – Seorang mantan gubernur Bank Sentral Hungaria (MNB), Gyorgy Matolcsy, beserta kaki tangannya, ditangkap oleh kejaksaan atas dugaan kasus penyelewengan dana ketika masih menjabat di era pemerintahan mantan Perdana Menteri (PM), Viktor Orban.
“Ia melakukan tindakan investigasi terkoordinasi di beberapa lokasi sehubungan dengan penyelidikan terkait bank sentral terhadap penyelewengan dana secara kriminal,” ujar Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat Hungaria pekan lalu, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (28/10/2026).
Diketahui, Gyorgy Matolcsy bertugas memimpin Bank Sentral Hungaria dari sejak periode tahun 2013 hingga 2025. Sementara itu sebelumnya, Gyorgy Matolcsy menjabat sebagai Menteri Perekonomian era PM Viktor Orban dari tahun 2010 hingga 2013.
Sebelumnya, kasus Gyorgy Matolcsy pertama kali diviralkan pada bulan lalu, ketika sejumlah petinggi Bank Sentral Hungaria melakukan pengajuan tuntutan pidana atas adanya dugaan penggelapan, kelalaian, penipuan hingga penyalahgunaan jabatan ketika terduga pelaku menjadi gubernur.
Sementara, tindak pidana tersebut mulai muncul ketika Bank Sentral Hungaria melakukan audit terhadap investasi real estat pada masa lalu, dengan ditemukannya pembelian yang melambung hingga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi lembaga tersebut.
Berdasar pada penjelasan dari pernyataan yang disampaikan oleh Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat, penahanan Gyorgy Matolcsy berkaitan erat dengan yayasan bank sentral yang dibentuk sejak tahun 2014.
Dalam hal ini, yayasan tersebut diketahui menggunakan aset publik sebesar 817,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) (US$817,8 juta) atau setara dengan Rp14,72 triliun yang berasal dari keuntungan nilai tukar bank.
“Dengan tujuan memungkinkan (Gyorgy Matolcsy) dan putranya melakukan investasi dengan aset tersebut sesuai dengan tujuan mereka masing-masing guna mendapatkan keuntungan,” jelas Jaksa. (*)











Komentar