SMJTimes.com – Seorang rapper, penyanyi, sekaligus aktor asal Indonesia, Ignatius Rosoinaya Penyami atau yang lebih dikenal dengan Igor Saykoji, membagikan pengalamannya selama manggung di festival musik Pestapora periode 2026.
Salah satu di antara yang dibahas oleh Saykoji dalam festival musik yang telah diselenggarakan pada tanggal 25, 26, dan 27 September 2026 lalu di Kemayoran, Jakarta, seperti terkait dengan rincian pengeluaran horor yang menjadi perbincangan hangat warganet.
“Ketika kita berdiri di depan panggung festival seperti Pestapora dan terpukau melihat set megah sang penampil, ada satu hal yang sering luput, yaitu panggung festival adalah sebuah siklus ekonomi mikro yang nyata,” berikut pernyataannya di media sosial pribadinya.
“Tiket yang kamu beli bukan sekadar tiket tontonan, melainkan bahan bakar bagi ekosistem musik lokal untuk terus hidup,” lanjutnya, dikutip dari IDN Times, Rabu (30/09/2026).
Dalam hal ini, Saykoji secara terang-terangan menyebut bahwa honor yang diterima olehnya sebagai rapper tidak langsung berhenti di dirinya, melainkan disalurkan untuk membayar musisi tambahan dan kolaborator, pekerja panggung hingga kru FOH, serta tim dokumentasi.
Bahkan, uang tersebut juga disebut digunakan untuk melakukan pembayaran terhadap sewa studio selama proses latihan, aransemen baru, hingga persiapan instrumen.
Dari Rp45 juta honor dalam sekali tampil berdurasi 45 menit di festival musik Pestapora 2026, Saykoji mengaku hanya mengantongi sekitar 10 persen di antaranya, yaitu sebesar Rp4,5 juta. Hal ini diakui menjadi kolaborasi antara energi penonton dengan roda ekonomi para pekerja di balik layar.
“Angka honor yang masuk ke gue sebagai rapper, tidak pernah berhenti di satu rekening. Dari angka tersebut, roda ekonomi berputar cepat,” jelasnya.
“Dan mereka layak gue apresiasi sebaik mungkin untuk keterlibatan mereka di panggung, walau honor manggung Saykoji pada umumnya tidak sebesar teman-teman dari genre musik yang lain,” tambahnya. (*)











Komentar