Jumlah Penderita Demensia Bertambah, Ini Tips Cegah Pikun dari WHO

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seiring bertambahnya usia penduduk, diketahui jumlah penderita demensia atau yang sering dikenal dengan penyakit pikun yang ada di seluruh dunia terus mengalami peningkatan.

Bahkan di negara Indonesia sendiri, jumlah masyarakat dengan kategori lanjut usia (lansia) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, risiko demensia menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang semakin mendesak untuk dijadikan perhatian.

Melansir dari CNBC Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melakukan upaya perilisan pedoman resmi yang mengubah pandangan jika penyakit demensia atau pikun terjadi lantaran bertambahnya usia dan tidak dapat dilakukan pencegahan.

Menurut WHO, demensia bukanlah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. pasalnya, setiap penyakit sebagian besarnya dapat dilakukan pencegahan maupun penundaan dengan cara yang sederhana namun terbukti secara ilmiah.

Salah satu di antara yang dijelaskan dengan tegas adalah terkait dengan penggunaan suplemen kesehatan, di mana WHO tidak menyarakan setiap manusia mengonsumsi Vitamin B, Vitamin E, Omega-3, dan Kompleks multivitamin atau mineral, untuk mencegah demensia.

Jika tidak terindikasi adanya penyakit fisik tertentu, konsumsi suplemen kesehatan dalam dosis yang tinggi justru dapat membahayakan kesehatan.

Oleh sebab itu, beberapa di antara yang dianjurkan oleh WHO untuk mencegah adanya demensia sejak dini sebagai berikut:

  • Aktif bergerak dan berolahraga secara teratur, karena mampu melancarkan aliran darah ke otak sehingga sel-sel otak tetap sehat
  • Aktif bersosialisasi dan terus melatih otak, karena ketika berinteraksi dengan orang lain dan belajar hal baru, maka daya pikir akan tetap tajam
  • Tidak merokok dan membatasi atau tidak mengonsumsi alkohol, karena zat dalam tembakau dan alkohol mampu merusak pembuluh darah dan sel otak secara perlahan
  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang
  • Menjaga tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan berat badan tetap dalam batas normal, karena penyakit pembuluh darah ternyata menjadi salah satu penyebab utama kerusakan otak di masa tua.

(*)

Komentar