SMJTimes.com – Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan bahwa pihaknya tengah serius melakukan penanganan terkait kondisi asap yang disebabkan oleh fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Kalimantan, Indonesia.
Melalui Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, pihaknya mengirim surat terhadap mitranya di Indonesia sekaligus menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekretariat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
“Mekanisme ASEAN lebih efektif dalam memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengkoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia untuk mengatasi penyebab kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas,” jelas Mohamad Hasan, dikutip dari IDN Times.
Dalam hal ini, upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kerja sama antara Malaysia dengan Indonesia, di tengah penanganan fenomena karhutla, termasuk kabut asap yang juga menyebar ke wilayah negara lainnya.
Diketahui, salah satu di antara wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia-Indonesia, Serian, membuat kekhawatiran Pemerintah Malaysia meningkat, setelah kualitas udaranya memburuk sejak Jumat, 21 Agustus 2026 pagi.
Bahkan, data dari Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan bahwa indeks polusi udara (API) di markas kepolisian distrik Serian mencapai hingga 242 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 06.00 waktu setempat, tercatat masuk kategori sangat tidak sehat.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Indonesia, Prasetyo Hadi, mengaku sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah negara tetangga termasuk Malaysia, mengenai protes asap dari dampak fenomena karhutla.
“Kalau secara informal ada, secara formal juga melalui Pak Menlu (Menteri Luar Negeri) tentu ada komunikasi. Makanya kita berusaha secepatnya menangani karhutla,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Minggu (23/08/2026). (*)






Komentar