SMJTimes.com – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengungkapkan Indonesia yang ternyata memiliki potensi besar atas ditemukannya sebuah harta karun berupa Logam Tanah Jarang yang tersebar di sejumlah wilayah, tidak hanya di Kepulauan Bangka Belitung.
Perlu diketahui, komoditas ini menjadi salah satu mineral strategis masa depan karena dibutuhkan untuk berbagai industri strategis, seperti dalam sektor elektronik dan energi, kendaraan listrik dan teknologi hijau, serta pertahanan dan kesehatan.
“Jadi dia dipergunakan belakangan ini pada berbagai teknologi kekinian. Baik itu untuk telekomunikasi, kemudian teknologi-teknologi lainnya, termasuk juga teknologi pertahanan keamanan,” jelas Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dilansir dari CNBC Indonesia.
Dalam hal ini, Bambang juga mengungkapkan terkait dengan Indonesia yang memiliki sejumlah lokasi yang diduga menyimpan cadangan logam tanah jarang, salah satu yang paling dikenal berada di Kepulauan Bangka Belitung.
Pada penjelasannya, Kepulauan Bangka Belitung selama ini dikenal sebagai daerah penghasil timah. Logam tanah jarang yang ada di Bangka Belitung umumnya ditemukan sebagai sebuah mineral ikutan dari aktivitas penambangan timah.
Dalam proses pengolahan timah tersebut, sejumlah mineral lain ikut ditemukan, seperti xenotime dan monasit yang mengandung unsur logam tanah jarang.
“Jadi ceritanya rata-rata logam tanah jarang itu adalah cucu dari mineral utama. Cucu dari mineral utama,” ujarnya, dikutip Jumat (26/06/2026).
Meski demikian, terdapat pula indikasi keberadaan logam tanah jarang yang ditemukan sebagai mineral utama selain di Kepulauan Bangka Belitung, yaitu di wilayah Sulawesi.
Menurut Bambang, di wilayah Sulawesi terdapat sebuah Badan Industri Mineral bernama PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) yang telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) secara resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sudah mendapat IUP dari Kementerian ESDM terkait dengan Logam Tanah Jarang. Jadi di sana katanya ada satu daerah ketika dilakukan pertambangan logam tanah jarang itu didapat langsung sebagai mineral utama,” katanya. (*)











Komentar