SMJTimes.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengeluarkan kecaman terhadap serangan yang ada di Selat Bab Al Mandab, yang menyebabkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) terluka dan satu lainnya dinyatakan hilang.
Melansir dari CNN Indonesia, Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, sudah berbicara dengan Menlu Yaman, Afrah Al Zouba, terkait dengan adanya insiden tersebut.
“Tentunya beliau strongly condemns (mengecam keras) serangan ini dan menekankan perlunya urgent need untuk mencegah further escalation (konflik meluas]),” jelas Yvonne dalam konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (13/08/2026).
Sebelumnya, sejumlah media asing mengajukan laporan terkait dengan adanya tiga awak kapal termasuk yang terkena serangan ke MV Tihamah, yang membawa 11 Anak Buah Kapal (ABK) di Selat Bab Al Mandab pada awal pekan ini.
Berdasar pada laporan tersebut, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan bahwa dua WNI tercatat mengalami luka-luka dan satu lagi dilaporkan menghilang.
“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” ujar Heni, dikutip Jumat (14/08/2026).
Diketahui, Selat Bab Al Mandab merupakan sebuah pintu masuk menuju Laut Merah yang terletak di sisi lain Semenanjung Arab, berseberangan dengan Selat Hormuz. Dalam hal ini, insiden penyerangan tersebut terjadi ketika situasi di Selat Hormuz memanas imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, sementara Houthi kerap saling serang dengan Arab Saudi. (*)


Komentar