SMJTimes.com – Induk organisasi sepak bola internasional atau Fédération Internationale de Football Association (FIFA) disebut tengah mengupayakan pendapatan suara persetujuan dari federasi anggota maupun asosiasi sepak bola sejumlah negara.
Melansir dari CNN Indonesia, upaya tersebut dilakukan demi mendapatkan persetujuan mereka atas adanya rencana investasi berupa penjualan saham minoritas pada ajang bergengsi dunia Piala Dunia kepada pihak swasta.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan menetapkan tenggat waktu pada 19 September 2026 mendatang dengan memberikan dana kepada setiap federasi anggota hingga mencapai 40 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp722,8 miliar, demi mendapatkan persetujuan tersebut.
Dalam hal ini, Infantino juga menuliskan adanya perbandingan paket pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS jika rencana investasi tersebut berhasil mendapatkan persetujuan serta 2,7 miliar dolar AS jika terjadi penolakan.
“Merupakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Presiden FIFA untuk menghadirkan peluang yang mengubah permainan kepada Anda, para anggota,” ujar Infantino, dikutip Kamis (30/07/2026).
Perlu diketahui, sejumlah janji uang yang diberikan oleh Infantino terhadap federasi-federasi anggota tersebut menjadi bentuk respons atas adanya kecaman dari beberapa pihak terkait mengenai rencana penjualan saham turnamen besarnya termasuk Piala Dunia.
Sebelumnya, FIFA mengungkapkan adanya rencana penjualan saham Piala Dunia dan sejumlah turnamen besar lainnya, yang akan diwujudkan dengan penciptaan badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk menangani bisnis tersebut.
Nantinya, setiap anggota FIFA akan ikut menjadi pemegang saham beserta investor swasta yang akan ikut hadir dari kalangan lembaga keuangan besar dunia. (*)











Komentar