SMJTimes.com – Protes keras yang dikeluarkan oleh tim nasional Mesir atas kepemimpinan seorang wasit di babak 16 besar ajang Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir, Francois Letexier, diserang balik oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA).
Dalam hal ini, serangan tersebut diwakili oleh seorang mantan wasit sepak bola legendaris asal Italia yang pernah memimpin laga Final Piala Dunia 2002, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina.
Melansir dari CNN Indonesia, Collina menegaskan terkait dengan tudingan yang berupa pengaturan pertandingan untuk tim nasional Argentina tidak dapat dibenarkan. Bahkan, pihaknya juga menjamin bahwa integritas wasit dalam lingkung FIFA sangatlah terjaga.
“Kami memainkan 50% lebih banyak pertandingan dibanding Piala Dunia 2022, dan masih ada delapan laga besar lagi yang harus dimainkan. Secara keseluruhan, kami senang,” ujar Collina.
“Namun, dengan banyaknya pertandingan yang dimainkan dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika beberapa hal tidak berjalan sesuai harapan,” tambahnya, dikutip Jumat (10/07/2026).
Mantan wasit yang diakui publik sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa ini memastikan bahwa keputusan yang diambil oleh Francois Letexier dalam laga Argentina vs Mesir sudah tepat, yang juga diperkuat melalui Video Assistant Referee (VAR) atau tayangan ulang.
“Tentu saja, diskusi konstruktif tentang keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita,” jelasnya.
“Tidak ada yang dapat mengklaim bahwa wasit FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA (Gianni Infantino),” lanjutnya.
Perlu diketahui, pertandingan yang mempertemukan antara Argentina dan Mesir dengan skor 3-2 memunculkan kontroversi. Hal tersebut berdasar pada Argentina yang mendapatkan satu penalti sementara satu gol Mesir dianggap tidak sah.
Selain itu, wasit Francois Letexier pada saat yang sama juga beberapa kali menunjukkan sikap abai dalam pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Argentina kepada pemain Mesir, hingga akhirnya memicu adanya protes keras. (*)











Komentar