Piala Dunia 2026 Dongkrak Perekonomian Indonesia hingga Sebesar Rp5,03 Triliun

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berhasil mencatatkan perolehan perputaran ekonomi secara langsung maupun tidak langsung Republik Indonesia (RI) yang didapat dari ajang Piala Dunia 2026, yaitu mencapai hingga Rp5,03 triliun.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Piala Dunia yang merupakan ajang sepak bola empat tahunan itu tidak hanya sebagai pesta olahraga bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga mewujudkan dampak besar terhadap perekonomian nasional.

Dalam hal ini, nilai Rp5,03 triliun disebut berasal dari sejumlah aktivitas ekonomi yang telah berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen, mulai dari penyiaran pertandingan, sponsorship, penjualan merchandise, hingga transaksi di hotel, restoran, dan kafe.

Kemudian, ada pula aktivitas nonton bareng (nobar), penjualan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga sejumlah kegiatan masyarakat seperti Festival Rakyat 2026 yang juga turut menyumbang perputaran ekonomi Indonesia selama Piala Dunia berlangsung.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo, dampak ekonomi Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan oleh sejumlah perusahaan besar, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha di daerah di Indonesia.

“Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor,” ujar Kukrit, dikutip dari Liputan6, Jumat (17/07/2026).

Sebuah survei resmi dari Lokadata yang dilakukan pada periode 7-13 Juli 2026 menunjukkan bahwa sejumlah 78,1% responden telah mengikuti kegiatan sebar sepanjang Piala Dunia 2026 sedikitnya sebanyak satu kali.

Setiap responden tersebut rata-rata melakukan pengeluaran hingga mencapai Rp51 ribu setiap kali nobar atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen berlangsung.

“Sebagian besar pengeluaran itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya, sehingga manfaat ekonominya banyak dirasakan oleh pelaku UMKM,” jelas Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad. (*)

Komentar

News Feed