Kurangi Ketergantungan Impor, India Lakukan Percepatan Pengubahan Batubara Jadi Gas

Bagikan ke :

SMJTimes.com – India dilaporkan tengah melakukan percepatan terhadap upaya pengubahan batubara menjadi gas yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Upaya ini semakin menguat setelah adanya gangguan pelayaran di Selat Hormuz sepanjang periode perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, yang berhasil mengancam pasokan minyak mentah, LPG, hingga bahan baku pupuk ke negara yang bergantung pada impor energi, termasuk India.

Dalam hal ini, gasifikasi batubara bagi India dinilai mampu dijadikan sebagai sebuah solusi yang masuk akal lantaran selama ini dikenal memiliki cadangan batubara yang melimpah. Meski demikian, para ahli menilai India tengah menghadapi tantangan yang lebih besar dibanding negara-negara lain.

Melansir dari Detik Finance, di antara sejumlah hambatan tersebut meliputi karakteristik batubara India, kebutuhan air yang tinggi dalam proses produksi, keterbatasan pendanaan, hingga kebijakan yang belum terkoordinasi dengan baik.

Jika pembangkit listrik tenaga batubara konvensional disebut mampu membakar batubara secara langsung, maka teknologi gasifikasi dinilai dapat melakukan perubahan terhadap batubara menjadi gas sintetis atau syngas.

Selama berabad-abad, teknologi yang telah digunakan ini bekerja dengan cara melakukan pemanasan terhadap batubara dan mereaksikannya dengan oksigen serta uap air guna menghasilkan syngas yang sebagian besar terdiri atas karbon monoksida dan hidrogen.

Kemudian, syngas dapat dilakukan pengolahan menjadi sejumlah produk seperti pupuk, metanol, dimetil eter (DME), gas alam sintetis, dan hidrogen. Sementara DME dapat digunakan sebagai pengganti LPG. (*)

Komentar