SMJTimes.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa menganggap bahwa jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir-akhir ini merupakan tanggung jawab lembaga pengawas sektor pasar modal Indonesia.
Dalam hal ini, yang dimaksud adalah Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, yang kini memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Oleh sebab itu, Purbaya menilai bahwa langkah yang diambil oleh kedua pejabat itu untuk mengundurkan dirinya sudah menjadi keputusan tepat. Diketahui, Iman Rachman mengajukan pengunduran diri pada Jumat pagi (30/01/2026), diikuti Mahendra Siregar pada malam harinya.
Bahkan, keputusan tersebut juga diikuti oleh jajarannya, seperti Wakil Ketua OJK, Mirza Adityaswara.
“Ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, mereka harus bertanggung jawab,” tegas Purbaya dalam agenda Indonesia Economic Summit, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (05/02/2026).
Sebagaimana yang telah terlihat bahwa pada akhir bulan lalu, IHSG sempat berada pada titik terendahnya hingga minus 8% ke level 7.480. Menurutnya, momen tersebut tidak lepas dari kedua lembaga pengawas yang mengabaikan peringatan MSCI untuk menegakkan transparansi dan menyingkirkan sejumlah saham gorengan.
“Karena kita tahu mereka tidak merespons tuntutan MSCI dengan semestinya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bertanggung jawab mengawasi pasar dan bursa,” ucapnya.
“Jadi keduanya bertanggung jawab, termasuk Ketua OJK. Bagi saya, ini pertanda baik, artinya mereka menyadari telah melakukan kesalahan dan bersedia bertanggung jawab,” lanjutnya.
Pada penilaiannya, Purbaya juga menyebut besarnya tingkat ketidaktransparanan di pasar saham selama ini. Beberapa bulan yang lalu, ia mengaku sudah meminta lembaga tersebut untuk membersihkan praktik saham gorengan di pasar yang selama ini manipulasi harga.
“Tetapi mereka tidak melakukan apa pun. Karena itu, bagi saya, peringatan dari MSCI justru merupakan hal yang baik, karena saya bisa menggunakan peringatan tersebut untuk memperbaiki praktik pasar menjadi lebih baik,” katanya. (*)










Komentar