SMJTimes.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memastikan bahwa layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau yang ramai dikenal publik dengan sebutan QRIS, akan terus diperluas ke sejumlah negara lainnya.
Dalam hal ini, Perry menegaskan bahwa pada tahun 2026, layanan transaksi digital QRIS yang dilakukan melalui smartphone itu secara resmi akan bisa digunakan di sejumlah delapan negara multi kawasan.
Jika sebelumnya berhasil digunakan di kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, kali ini QRIS resmi melanjutkan penyebarannya hingga ke wilayah Cina, Korea Selatan, India, hingga negaraTimur Tengah seperti Arab Saudi.
“Jadi QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke Cina, Korea, India, dan juga dengan Arab Saudi,” jelas Perry dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (30/01/2026).
Perlu diketahui, layanan transaksi digital QRIS pertama kali menyebar di lintas negara berhasil mendarat di Thailand sejak 2022 lalu, yang dilanjutkan ke Malaysia dan Singapura pada 2023 dan Jepang di 2025.
Kini menurut Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, sebaran layanan transaksi digital QRIS untuk kawasan Cina dan Korea Selatan sudah mulai bisa digunakan dalam kuartal I-2026.
“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum Triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” kata Filianingsih.
Sementara untuk India maupun Arab Saudi belum mendapatkan target secara spesifik yang dapat diimplementasikan terkait waktu pastinya. Meski demikian di akhir tahun lalu, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) telah ditunjuk BI untuk mempersiapkan QRIS Cross Border di Arab Saudi dan India. (*)





Komentar