SMJTimes.com – Perusahaan besar logistik asal Amerika Serikat (AS) yang bernama United Parcel Service (UPS) diketahui akan merencanakan pemangkasan karyawan hingga sebesar 30.000 pekerja pada tahun ini.
Melansir dari CNBC Indonesia, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang didasari pada upaya penekanan biaya operasional perusahaan ini akan menyasar posisi operasional yang dilakukan melalui skema alami seperti program pengunduran diri secara sukarela.
“Terkait biaya semi-variabel, kami memperkirakan akan mengurangi posisi operasional hingga 30.000 jabatan,” jelas Direktur Keuangan UPS, Brian Dykes dalam panggilan konferensi pendapatan perusahaan, dikutip Jumat (30/01/2026).
Dalam penjelasannya, Dykes menyebut bahwa langkah ini akan dicapai melalui sejumlah cara lain selain pengunduran diri sukarela, yaitu seperti atrisi dan program pemisahan sukarela kedua bagi pengemudi purna waktu.
Kemudian selain dengan pengurangan tenaga kerja, Dykes juga menjelaskan bahwa perusahaan yang berbasis di Atlanta ini disebut akan menutup dua lusin gedung operasionalnya pada semester pertama tahun 2026.
“Hal ini akan dicapai melalui atrisi, dan kami berharap dapat menawarkan program pemisahan sukarela kedua untuk pengemudi penuh waktu,” ucapnya.
Strategi lainnya yang akan dilakukan adalah dengan melibatkan modernisasi jaringan melalui penerapan teknologi otomatisasi di seluruh fasilitas UPS yang saat ini memiliki total 490.000 karyawan di seluruh dunia.
Keputusan besar ini diambil sebagai bagian dari percepatan konsolidasi fasilitas, seiring dengan adanya kebijakan perusahaan untuk mengurangi volume pengiriman paket dari raksasa e-commerce Amazon. (*)











Komentar