SMJTimes.com – Puluhan karyawan dari sebuah perusahaan keuangan yang berbasis utama di San Francisco, Amerika Serikat (AS) dipecat dari pekerjaannya lantaran ketahuan menggunakan simulasi aktivitas keyboard agar terlihat seperti bekerja.
Melansir dari CNBC Indonesia, juru bicara dari perusahaan yang bernama Bank Wells Fargo ini menyebut bahwa pihaknya tidak bisa memberikan toleransi terhadap perilaku yang telah dilakukan oleh karyawannya tersebut.
“Wells Fargo memiliki standar tinggi untuk karyawan dan tidak menoleransi perilaku tidak etis,” jelas juru bicara tersebut, dikutip Jumat (09/01/2026).
Keyboard palsu yang selama ini digunakan oleh sejumlah karyawan tersebut untuk berpura-pura sedang melakukan pekerjaannya disebut dengan mouse jigglers. Alat ini akan membuat mouse seperti terus melakukan pergerakan hingga membuat layar monitor tetap terjaga.
Oleh karena itu meski karyawan tidak menggunakannya sama sekali, mouse jigglers dapat membuat komputer tida memasuki mode tidur. Lebih parahnya, alat tersebut ternyata bukanlah suatu hal yang baru, bahkan bisa dengan mudah ditemukan di pasaran.
Perlu diketahui, sebelumnya penggunaan alat serupa pernah populer pada masa penyebaran pandemi Covid-19, di mana banyak pekerja yang melakukan sistem work from home (wfh) atau bekerja dari rumah dan tidak secara langsung diawasi oleh masing-masing pimpinannya.
Berdasar pada sebuah laporan State the Global Workplace dari Gallup, sejumlah 62% pekerja dari seluruh dunia tercatat tidak terlibat dalam pekerjaannya dan sekitar 15% disebut tidak terlibat dengan aktif.
Berangkat dari penjelasan para pegawai yang mengaku memilii pekerjaan hingga manajer baru di suatu tempat, maka sistem wfh mulai dijadikan perdebatan sejak wabah Covid-19 mereda. (*)






Komentar