Ada Indonesia, Berikut 3 Negara dengan Hutan Terluas yang Warganya Masih Didera Kemiskinan

Bagikan ke :

SMJTimes.comHutan merupakan hadiah alam yang menghadirkan kemakmuran bagi kehidupan manusia. Namun, pengelolaan hutan yang serampangan oleh segelintir oknum seringkali membawa pada kemiskinan hingga bencana besar.

Melansir dari CNN Indonesia, tiga negara dengan kepemilikan hutan terluas yang ada di dunia namun penduduknya didera kemiskinan, di antaranya ada Republik Demokratik Kongo, Burundi dan Indonesia.

Republik Demokratik Kongo

Cekungan Kongo, sebuah hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia setelah Amazon ini dimiliki oleh negara Afrika dengan luas sebesar India atau hampir sepuluh kali lipatnya Jerman, yang dipenuhi oleh berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang unik.

Namun, deforestasi di Cekungan Kongo memiliki perubahan yang sangat masif sejak tahun 2022 dengan hilangnya area pepohonan seluas 15.603 km2 atau setara 8.000 lapangan sepak bola. Ironisnya, hal ini menjadikan Kongo menghadapi kemiskinan ekstrem pada tiga perempat warganya.

Burundi

Sebuah laporan dari Global Forest Watch mencatat bahwa Burundi memiliki sejumlah 465.000 hektare hutan alami pada 2020. Hingga 2023, Burundi telah kehilangan sebanyak 2.350 hektare atau setara dengan 2,41 juta ton emisi karbon dioksida.

Hampir 80% warga Burundi bergantung pada pembakaran kayu untuk memasak. Hal ini mengakibatkan deforestasi meningkat. Di sisi lain, deforestasi ini justru memunculkan angka sebanyak 81% penduduk yang diklasifikasikan miskin.

Indonesia

Pada 2023, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut bahwa Indonesia memiliki tutupan mencapai sebesar 125,7 juta hektare atau setara dengan 65,5 persen dari luas daratan.

Namun, praktik pembukaan lahan baru, pembalakan liar serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi penyebab wilayah tersebut terus tergerus hingga memunculkan deforestasi dalam dua tahun mencapai 1,93 juta hektare.

Mirisnya, kekayaan hutan Indonesia tidak cukup memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, terutama bagi penduduk yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. Kementerian Kehutaan mencatat data terbaru sebanyak 9.291 desa yang berada di kawasan hutan masih tergolong miskin. (*)

Komentar