oleh

Pandemi yang Belum Berakhir Dinilai Sebabkan Angka Kemiskinan di Pati Meningkat

Pati, SMJTimes.com – Angka Kemiskinan di Kabupaten Pati masih terbilang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mencatat, masih terdapat 10,21 persen atau sekitar 128,74 ribu warga Kota Bumi Mina Tani yang tergolong miskin.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M. Nur Sukarno menanggapi rilis BPS Kabupaten Pati tersebut.

Menurutnya, meski berbagai upaya penurunan angka kemiskinan sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, berbagai kebijakan tersebut belum berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan.

Pandemi yang Belum Berakhir Dinilai Sebabkan Angka Kemiskinan di Pati Meningkat

Hal itu disebabkan adanya dampak Pandemi Covid-19 yang sangat luar biasa, dimana semua kegiatan terganggu. Secara umum dampak ekonomi di masyarakat sangat terasa, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga :   Truk Tronton Terguling di Trangkil, Pati

“Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda berakhir, walaupun Pemkab sudah membuat kebijakan untuk menuju pra endemi, tapi kita tetap harus waspada,” kata Sukarno.

Ia melanjutkan, masyarakat harus berperilaku hidup normal baru dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Dari segi perekonomian masyarakat pun sangat terasa, karena terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja dirumahkan, dan harga kebutuhan sehari-hari mahal.

“Kondisi ekonomi masyarakat jelas menurun, sehingga masyarakat yang di atas Rumah Tangga Miskin (RTM) banyak yang pendapatannya tidak seimbang dengan pengeluarannya,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Pati ini turut prihatin dengan masih tingginya angka kemiskinan.

Baca Juga :   Suntik Vaksin, Anggota DPRD Pati Mengaku Deg-degan

Secara presentase, kemiskinan di Kabupaten Pati pada tahun 2021 di angka 10,21 persen. Mengalami penurunan sebanyak 0,13 persen dari 10,08 persen pada tahun 2020. (*)

Komentar

News Feed