SMJTimes.com – Di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), sebuah satwa langka yang kini terancam punah sempat terekam kamera trap yang sengaja dipasang tim patroli masyarakat atau Forest Guardian.
Melansir dari Detik, Direktur Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristianto, menyebut bahwa salah satu satwa langka yang masih terpantau di Hutan Lindung Sungai Lesan itu ialah burung kuau atau Argusianus argus.
“Kuau ini sudah cukup jarang di Kalimantan, tapi beruntung masih ditemukan di Lesan. Bahkan bukan cuma satu, banyak yang tertangkap kamera trap,” jelas Paulinus, dikutip pada Kamis (13/11/2025).
Dalam penjelasannya, keberadaan burung kuau di kawasan hutan tersebut menjadi tanda adanya kondisi ekosistem yang baik dan aman. Pasalnya, burung kuau disebut dengan special condition yang tidak bisa survive di tempat manapun dan terbiasa hidup mandiri atau soliter.
“Mereka akan terus menjauh-menjauh dari aktivitas manusia. Ketika ada Argus di situ, secara tidak langsung mengindikasikan bahwa kondisi ekosistem hutannya bagus,” ucapnya.
Penemuan burung kuau di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan ini akhirnya menimbulkan penyorotan ulang dari Paulinus mengenai daftar yang dibuat oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Dalam hal ini, IUCN menyatakan dalam daftarnya bahwa status konservasi burung kuau masih dianggap rentan (Vulnerable). Anggapan ini menurut Paulinus haruslah dikaji ulang, karena kondisi di lapangan justru menunjukkan populasi yang terus menurun.
“Sampai sekarang tidak ada data yang cukup untuk menggambarkan kondisi kuau secara akurat. Tapi di lapangan, populasinya menurun karena habitatnya hilang. Harusnya statusnya sudah ‘endangered’, bukan cuma rentan” katanya. (*)











Komentar