SMJTimes.com – Istilah Fear of Missing Out (FOMO) bukan suatu yang asing di telinga. Istilah ini merujuk pada perasaan cemas yang timbul karena takut tertinggal informasi baru, tren, berita dan sebagainya. Penyebab paling utama fenomena ini adalah konten media sosial, dikutip dari Trust Pulse.
Perasaan cemas ini bisa jadi berkembang menjadi kepanikan, stres bahkan depresi. Seseorang mungkin menjadi kesal dan khawatir jika tidak up-to-date dengan tren di media sosial. Ini membuat orang cenderung terjebak dalam dunia maya, hingga melupakan kehidupan di dunia nyata.
Jika dibiarkan, ini akan mengganggu aktivitas, hubungan sosial bahkan kesehatan mental. Oleh sebab itu, lakukan cara berikut untuk menghindari sikap FOMO!
Kurangi paparan media sosial
Media sosial memang menting untuk mendapatkan informasi secara cepat. Namun, saat Anda terlalu terpaku sampai tidak bisa melepaskan perhatian dari layar ponsel, itu akan berdampak negatif.
Trust Pulse mengatakan, 69% generasi milenial mengaku takut ketinggalan sebuah acara jika mereka tidak membuka media sosial. Adapun Facebook menjadi media sosial yang paling menyebabkan FOMO, yakni sebanyak 72%.
Fokus pada nilai
FOMO terjadi salah satunya karena ketakutan tertinggal dengan tren yang terus berkembang. Jika Anda seorang kreator konten, keinginan selalu ingin update dengan tren mungkin akan memunculkan tekanan pada diri anda sendiri. Saat Anda belum meng-upload konten berkaitan dengan tren, Anda merasa ketinggalan jaman. Padahal, tidak semua tren baik dan harus diikuti. Oleh sebab itu, filter tren-tren di media sosial. Fokus pada tren yang bernilai dan hentikan pemikiran negatif di kepala Anda.
Fokus pada apa yang dimiliki
Terlalu lama di media sosial sering kali membuat orang merasa kurang puas dengan apa yang telah dimiliki. Timeline yang menampilkan momen-momen bahagia, pencapaian dan harta orang lain. Perasaan kurang puas pada diri sendiri menjadi tidak sehat apalagi jika Anda berada dalam fase di bawah. Untuk mengatasinya, pikirkan tentang apa yang telah Anda miliki, kemudian bekerja keras lah pada hal tersebut.
Nikmati Prosesnya
Tips lain untuk mengatasi FOMO adalah menikmati setiap proses. Bangun pemikiran positif bahwa perbuatan yang bertujuan untuk kebaikan juga akan mendatangkan kebaikan. Dalam menjalani prosesnya, mungkin Anda pernah mengalami kegagalan. Namun, jadikan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk tumbuh lebih baik lagi di kemudian hari.
Menulis Jurnal
Dikutip dari The Healthy, menulis jurnal setiap hari juga dapat mengatasi FOMO. Menulis jurnal dapat mengingatkan tentang hal-hal baik yang dialami selama satu hari penuh. Tulislah di dalam jurnal tentang tiga hal baik yang Anda dapatkan. Tak masalah jika itu hal kecil sekalipun.
Demikian beberapa tips untuk mengurangi FOMO. (*)











Komentar