Princess Syndrome : Sindrom Tuan Putri yang Selalu Ingin Dilindungi

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Istilah princess syndrome sering muncul di media sosial seiring berkembangnya kasus yang sedang menjadi perbincangan publik baru-baru ini. Istilah tersebut mulai ramai setelah adanya cuitan dari salah seorang pengguna Twitter. Orang itu menyebutkan bahwa princess syndrome merupakan gambaran remaja perempuan yang manipulatif.

Mengutip dari CNN Indonesia yang menyantumkan sumber Psychology Today, princess syndrome juga dikenal dengan princess sickness atau cinderella complex. 

Bersumber dari Halodoc, cinderella complex merupakan istilah psikiatri modern yang pertama kali disebutkan oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York sekaligus penulis buku The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence. Dowling menjelaskan bahwa perempuan biasanya tidak dididik untuk menghadapi ketakutan dan tidak diajarkan mengatasi segala masalahnya sendiri.

Princess Syndrom Erat Kaitannya dengan Gangguan Kepribadian Dependen

Cinderella complex atau princess syndrome ini memang belum diteliti lebih lanjut karena merupakan istilah populer yang tersebar dimasyarakat. Meski begitu, ahli menganggap Cinderella Complex memiliki hubungan dengan gangguan psikologis kepribadian dependen. Gangguan ini merupakan gangguan psikologis di mana seseorang sangat tergantung dengan orang lain, sehingga merasa tidak sanggup untuk hidup mandiri.

Hal ini disebabkan adanya keinginan bawah sadar untuk selalu diurus dan diperhatikan oleh orang lain. Kondisi ini digambarkan sebagai perempuan yang merasa sangat membutuhkan seorang pria sebagai pelindung dalam kehidupannya. Seseorang yang memiliki gangguan psikologis ini cenderung menempatkan dirinya seperti pusat semesta dan terobsesi dengan penampilannya.

Tak diketahui dengan pasti terkait penyebab gangguan psikologis ini, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom ‘tuan putri’ ini. Salah satu faktornya adalah pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan anak perempuan.

Anak perempuan akan lebih sulit hidup mandiri saat orang tua bersikap sangat protektif dan terlalu memanjakannya. Akibatnya, anak perempuan tidak banyak memiliki keterampilan hidup dan cenderung ingin menggantungkan hidup pada orang lain.

Sindrom ‘tuan putri’ ini mungkin tidak dianggap sebagai gangguan serius. Namun, jika tidak ditangani dengan baik anak akan mengalami gangguan dalam berinteraksi sosial kala beranjak dewasa. Kondisi ini akan mempengaruhi harga diri, ketergantungannya pada orang lain, bagaimana dirinya menjaga diri sendiri, dan rendahnya kepercayaan diri.

Selain itu, princess syndrome ini erat kaitannya dengan kondisi narsisme atau sindrom yang membuat seseorang merasa lebih baik dari orang lain dan memiliki empati yang rendah.

Komentar