SMJTimes.com – Narsistik merupakan salah satu gangguan kepribadian. Untuk selengkapnya, anda bisa simak penjelasan tentang penyebab dan gejala narsistik berikut ini!
Sindrom narsistik merupakan ganguan dimana seseorang menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Pengidap gangguan ini merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Di beberapa kasus, orang dengan kepribadian narsistik diketahui selalu membanggakan pencapaiannya, padahal itu suatu hal yang biasa saja.
Pengidap narsistik biasanya memiliki tingkat empati yang rendah kepada orang lain dan menganggap dirinya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dari orang lain. Pengidap gangguan ini memiliki perasaan yang mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi ketika mereka dikritik oleh orang lain.
Penyebab Kepribadian Narsistik
Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja. Namun, kepribadian narsistik biasanya ditemukan saat awal dewasa atau remaja. Dikutip dari Halodoc, ada beberapa faktor dapat meningkatkan risiko narsistik, diantaranya adalah;
- Sikap orang tua yang meremehkan anak, mengejek rasa takut serta kebutuhan anak.
- Kurang pujian dan kasih sayang semasa kanak-kanak.
- Pujian dan memanjakan secara berlebihan.
- Pola asuh dan pola didik yang salah.
- Mempelajari perilaku manipulatif orang tua.
Penyebab kepribadian ini belum diketahui secara pasti karena penyebabnya pun sangat kompleks. Masa kanak-kanak yang disfungsional juga dapat berpengaruh pada pembentukan kepribadian narsistik ini. Yang disebut faktor disfungsional ini adalah saat orang tua terlalu memanjakan anak, ekspektasi yang berlebihan, serta perlakuan kejam dan diabaikan.
Adapun yang menyebut bahwa kondisi ini ditengarai adanya faktor genetik, yaitu Riwayat narsistik orang tua dan anggota keluarga. Kondisi ini juga disebut bisa berpengaruh karena adanya hubungan otak dengan perilaku, serta kemampuan berpikir yang berperan peran dalam pembentukan kepribadian narsistik.
Gejala Kepribadian Narsistik
Pada umumnya, pengidap kepribadian ini memiliki perilaku yang dramatis dan emosional. Adapun gejala kepribadian narsistik sebagai berikut;
- Percaya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.
- Khayalan tentang kekuasaan, kesuksesan dan daya tarik.
- Melebih-lebihkan prestasi dan bakat.
- Mengharapkan pujian konstan dan kekaguman.
- Percaya bahwa diri sendiri istimewa dan berperilaku sebagai orang yang istimewa.
- Gagal mengenali emosi dan perasaan orang lain.
- Mengharapkan orang lain setuju dengan ide dan rencana dibuatnya.
- Mengambil keuntungan dari orang lain.
- Mengekspresikan sebuah hinaan terhadap seseorang yang dianggap rendah.
- Mudah iri dengan orang lain.
- Kesulitan menjaga hubungan yang sehat.
- Menetapkan tujuan yang tidak realistis.
- Mudah terluka saat mengalami penolakan.
- Memiliki Harga diri yang rapuh.
- Menampilkan diri sebagai orang yang keras kepala dan tidak emosional.
Pengobatan Kepribadian Narsistik
Gangguan kepribadian ini dapat dilakukan dengan terapi, seperti mengunjungi psikolog dengan melibatkan keluarga. Metode terapi yang dilakukan adalah psikoterapi. Psikoterapi bertujuan membangun harga diri dan membimbing pengidap agar memiliki harapan yang realistis.
Pengidap sindrom ini juga bisa melakukan aktivitas seperti yoga dan meditasi untuk mengurangi gangguan dan rutin berkomunikasi dengan keluarga.
Demikian artikel tentang penyebab dan gejala narsistik. Semoga Bermanfaat!











Komentar