Cara Rasulullah dalam Berbisnis yang Patut Diteladani

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang membawa ilmu dan ajaran kebaikan. Ajaran-ajaran tersebut  mampu diterapkan di segala aspek kehidupan. Salah satunya saat berniaga dan jual-beli. Berikut adalah beberapa cara Rasulullah dalam berbisnis. Yuk, kita simak dan amalkan saat berniaga!

Dilansir dari IDNTimes yang melansir dari laman NU Online, pada usia 25 tahun Rasulullah telah menjadi pengusaha sukses dan kaya raya. Ia bahkan berdagang ke luar negeri lebih dari 18 kali.

Menentukan Target Pasar dan Segmentasi

Nabi Muhammad SAW memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebiasaan, pola hidup, cara makan dan minum, serta kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Dengan konsep target pasar (targeting) dan positioning, ia berjualan dengan memperhatikan kebutuan  pelanggan dari masing-masing tempat.

Dalam berdagang, Rasulullah tidak hanya memiliki satu segmen pasar saja, namun ia memasukki hampir seluruh segmen masyarakat di semenanjung arab, mulai dari budak hingga kalangan kerajaan.

Cara Berdagang yang Berbeda dengan Kebanyakan Orang

Saat berbisnis, Rasulullah menjalin hubungan baik dengan para pelanggan dan melakukan ekspansi usaha ke wilayah lain. Nabi juga menjelaskan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya dengan jujur kepada pelanggan.

Rasulullah berdagang secara jujur dalam timbangan dan takaran, tidak bersumpah berlebihan, tidak melakukan perang harga dengan pedagang lain, tidak menipu dalam menjelaskan barang dagangannya, serta tidak pernah memonopoli komoditas.

Personal Branding yang Baik

Nabi Muhammad SAW dikenal dengan pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Personal branding ini didapat dengan berproses sehingga mendapat kepercayaan penuh dari para pelanggan dan para mitra berbisnisnya sehingga banyak yang ingin bekerja sama. Nabi bahkan sering berjualan tanpa modal dan hanya menjualkan barang dari mitra-mitra bisnis tersebut, kemudian mendapat imbalan dengan bagi hasil.

Bersikap Baik pada Pelanggan

Rasulullah tidak pernah mengecewakan pelanggannya. Ia juga sangat menghormati semua pelanggan yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan budak maupun kerajaan. Pelayan terbaik, keramahan dan rasa hormat kepada pelanggan merupakan sikap profesional yang dimiliki oleh Rasulullah.

Demikian beberapa cara Nabi Muhammad dalam berbisnis dan membangun hubungan baik dengan para mitra bisnis, serta pelanggan. Semoga bermanfaat!

 

Komentar