oleh

Wakil Rakyat Pati Minta Pertalite Jangan Sampai Langka

Pati, SMJTimes.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta agar ketersediaan pertalite tetap ada. Hal ini buntut panjang dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax per 1 April 2022.

Hal tersebut diungkapkan oleh wakil rakyat, Wardjono, dengan kenaikan harga Pertamax jangan sampai kemudian stok Pertalite menjadi langka.

“Dengan menaikkan harga Pertamax, saya mewanti-wanti jangan sampai kemudian Pertalite terjadi kelangkaan,” katanya saat dihubungi oleh tim SMJTimes.com melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, saat harga Pertamax melonjak naik pasti sebagian penggunanya yang mayoritas ekonomi menengah ke atas akan beralih ke BBM jenis Pertalite.

Wakil Rakyat Pati Minta Pertalite Jangan Sampai Langka

Sedangkan, selama ini Pertalite diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke bawah dengan harga subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Dengan demikian potensi kelangkaan Pertalite bisa saja terjadi.

Baca Juga :   Mayoritas Petani Jakenan Enggan Ikut Asuransi di Musim Kemarau

“Meskipun mayoritas penggunanya kalangan menengah ke atas, secara tidak langsung pasti akan berimbas pada beralihnya ke BBM yang lebih murah karena sudah disubsidi pemerintah,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa dengan adanya kelangkaan Pertalite justru akan menambah beban lagi bagi masyarakat yang sedang berjuang di tengah kondisi pandemi.

“Ini justru akan menjadi beban lagi bagi rakyat dan pastinya muncul masalah lagi, padahal rakyat sedang dilanda pandemi Covid-19,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut sudah terjadi di beberapa SPBU di kawasan Kabupaten Pati.

Di salah satu SPBU di Kecamatan Gabus sempat keterlambatan stok Pertalite selama setidaknya tiga hari. Sehingga masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertalite, harus terpaksa membeli Pertamax

Baca Juga :   Zona Merah, Pemkab Pati Imbau Warga Tak Gelar Perayaan Natal

Salah satu pengguna Pertalite, Dwi Prasetyo (28) mengeluhkan kondisi tersebut. Ia harus beralih ke Pertamax dengan harga yang lebih mahal.

“Biasane wae Pertalite Rp 10ribu wes cukup dienggo kerjo. Sakiki goro-goro Pertamax mundak, Pertalite wes mulai langka, Yo terpaksa nambah biaya meneh,” katanya dengan menggunakan bahasa Jawa saat diajak ngobrol oleh tim SMJTimes.com. (*)

Komentar

News Feed