oleh

DPRD Sindir Pemerintah yang Tak Mampu Atasi Kemacetan di Pantura Timur

Pati, SMJTimes.com – Anggota Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Pati, Nur Sukarno turut menyoroti kemacetan di Jalan Pantura Pati- Rembang dalam sepekan terakhir.

Sukarno mengatakan bahwa akar permasalahan kemacetan saat ini adalah jalan yang rusak parah. Anggota Komisi B DPRD itu bahkan mengatakan, sebelum ada kemacetan, rusaknya jalan di sepanjang Pantura Kecamatan Juwana dan Batangan sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Karena itu jalan Nasional (Pantura) kondisinya betonnya sudah rusak parah dan sering terjadi kecelakaan masyarakat yang naik motor,” ujar Sukarno saat diwawancarai awak media.

DPRD Sindir Pemerintah yang Tak Mampu Atasi Kemacetan di Pantura Timur

Sukarno mengatakan dari berbagai sumber, setidaknya terdapat 8 kilometer ruas jalan di Pati yang yang membutuhkan penanganan.

Baca Juga :   Pengasuh Pondok di Pati Telah Divaksinasi

Oleh karenanya, dibutuhkan tindakan cepat dari pemerintah, dalam hal ini Sukarno menyentil Bina Marga sebagai pihak yang dianggapnya mempunyai wewenang.

Ia juga meminta Bina Marga untuk lembur dan menambah jumlah pekerja, agar perbaikan jalan cepat selesai.

“Kondisi ini harus menjadi prioritas Pemerintah dalam hal ini Bina Marga. Perbaikannya harus tuntas sepanjang 8 km dan kalau perlu pengerjaannya di lembur yang penting cepat segera selesai,” ujar Anggota Komisi B itu.

Sementara saat mitrapost.com mengonfirmasikan peremajaan jalan pantura kepada Bina Marga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Bina Marga Jateng, Amal Ginting mengatakan bahwa pembangunan jalan Pati-Rembang dilaksanakan secara bertahap dan diprediksi akan berakhir hingga Februari 2023.

Baca Juga :   Terdampak PPKM, Dewan Berharap Pelaku Usaha Dapat Stimulus

Amal Ginting juga mengklaim, pihaknya telah bekerja sesuai roadmap. Ia menegaskan, jika pengerjaan proyek jalan Pati Rembang sudah dimulai sejak tahun 2021 lalu.

“Kontrak sampai bulan Februari 2023. Untuk panjangnya sekitar 2,2 km. Kontrak sebenarnya sudah dari tahun 2021. Tahun ini dilanjutkan di KM 96-97 (Desa Lengkong, Kecamatan Batangan),” ujar Amal, saat diwawancara. (Adv)

Komentar

News Feed