oleh

Bersama BPS, Bupati Rembang Tinjau Susenas

Rembang, SMJTimes.com – Bupati RembangAbdul Hafidz turut hadir pada pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (22/3/2022). Tujuannya untuk memastikan keakuratan data.

Di sela-sela kegiatan yang menyasar Desa Sukorejo Kecamatan Sumber, Bupati Hafidz melakukan monitoring terhadap kegiatan Susenas untuk memastikan keakuratan data yang disajikan dalam pencacahan agar sesuai aturan yang ada.

“Saya hanya ingin memastikan benar-benar di dalam pencacahan ini bisa dilaksanakan sesuai aturan yang ada dan dengan ketentuan yang ada dan tidak ada rekayasa,” ujar Hafidz.

Bersama BPS, Bupati Rembang Tinjau Susenas

Dirinya menyebut, ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden atau warga selanjutnya dilaporkan ke BPS pusat. Pihaknya akan memproses melalui sistem dengan hasil kesimpulannya untuk menentukan kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca Juga :   Bupati Abdul Hafidz Menghadiri Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar

Bupati mengungkapkan info yang disampaikan oleh responden kepada pencacah, kali ini menjadi perhatian. Karena ada warga yang harus dikawal kebutuhan sehari-harinya dan kesehatannya.

“Untungnya sudah ditangani melalui program pemerintah, sehingga kami tidak khawatir, kepala desa dan camat langsung bisa mendampingi,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Rembang, Henri Wagiyanto menuturkan untuk memperlancar kegiatan Susenas, pihaknya menerjunkan petugas sebanyak 40 pendata lapangan dan 20 pengawas lapangan.

“Dalam satu blok sensus itu ada 10 sampel. Karena sebelumnya tadi sudah kita listing update rumah tangga-rumah tangga tersebut, kita masukkan ke dalam aplikasi terus kita ambil sampel by program 10,” ujarnya.

Satu responden menjawab 300 pertanyaan meliputi pertanyaan identitas responden, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, pengeluaran dan kondisi rumah. Data Susenas ini akan dijadikan acuan data kemiskinan dan IPM. (*)

Baca Juga :   Bupati Rembang: Tahun 2021 Terkena Refocusing 81 Miliar

 

Komentar

News Feed