oleh

Paguyuban Pengusaha Odong-odong dan Pelaku Jasa Wisata Datangi DPRD Pati

Pati, SMJTimes.com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati digeruduk pengusaha odong-odong dan pelaku jasa wisata. Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pati, Selasa (25/1/2022).

Sejumlah elemen yang terlibat berasal dari pengusaha odong-odong dan pelaku jasa wisata. Selain itu, turut hadir pula Anggota Komisi C dan Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Wakapolres Pati, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati.

Dalam audiensi tersebut, pengusaha odong-odong menyampaikan sejumlah poin yang menjadi keluhan mereka.

Salah satu perwakilan pengusaha kereta kelinci, Susilo (61) mengatakan pihaknya ingin merumuskan solusi bersama wakil rakyat dan pihak-pihak terkait supaya kereta kelinci bisa berjalan seperti biasanya.

Baca Juga :   Pipa PDAM Pati Bocor, Semburan Air Mengalir ke Rumah Warga

Paguyuban Pengusaha Odong-odong dan Pelaku Jasa Wisata Datangi DPRD Pati

“Kami ke sini untuk meminta solusi, bagaimana caranya agar kereta kelinci bisa berjalan normal,” terangnya kepada awak media.

Selama dua puluh tahun menekuni usaha kereta kelinci, baru kali ini mendapatkan respon dari banyak kalangan. Seperti halnya dari paguyuban angkutan umum.

“Ya memang kami mengakui kalau kereta kelinci menyalahi aturan. Akan tetapi, kami juga harus menjalankan usaha tersebut untuk membiayai keluarga kami,” sambungnya.

Selain itu, pelaku jasa wisata juga menyampaikan bahwa peristiwa razia dua minggu lalu di Makam Nyi Ageng Ngerang Kecamatan Tambakromo sangat berimbas kepada pedagang di sana.

“Bukan hanya odong-odong yang tidak bisa ke sana, tapi angkutan umum juga ikutan tidak berani ke sana. Dikarenakan adanya peristiwa razia kereta kelinci,” ujarnya.

Baca Juga :   Bupati Pati Sampaikan Tiga Poin Penanganan Covid-19

Dia menegaskan dengan adanya razia di tempat tersebut menyebabkan orang-orang yang mau ke Makam Nyi Ageng Ngerang khawatir ditilang. (*)

Komentar

News Feed