oleh

Fosil Ditemukan di Bantaran Sungai Kapuan

Blora, SMJTimes.com – Telah ditemukan kerangka fosil yang diduga fosil banteng di Kabupaten Blora. Tepatnya di bantaran Sungai Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Sebelumnya, Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB) melakukan penyelamatan fosil tersebut di tepian sungai Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, atau tepatnya di Kedung Wedus di bantaran sungai Kapuan.

Penyelamatan dilakukan karena dikhawatirkan tergerus air karena memasuki musim penghujan, sehingga perlu diselamatkan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Budi Riyanto, dan Kepala Seksi (Kasi) Kesejarahan dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Eka Wahyu Hidayat membenarkan adanya penyelamatan fosil yang diduga fosil banteng.

Baca Juga :   Banyak Kegiatan Lockdown, Pengelola Wisata dapat Bantuan dari Dinbudpar Rembang

Penyelamatan dilakukan setelah beberapa hari FPSBB dilibatkan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang mengadakan kegiatan pengumpulan data terkait potensi situs dan sebaran temuan melalui survei dan ekskavasi di Situs Kapuan.

Kegiatan itu dilaksanakan 12 hari mulai 12 sampai dengan 21 Oktober 2021 dengan 9 personel dan melibatkan tenaga lokal dari FPSBB.

“Dari riset itu ditemukan beberapa titik fosil yang masih insitu, atau masih berada di lokasi,” kata Eka Wahyu Hidayat, Minggu (24/10/2021).

Karena waktunya pendek, BPSMP Sangiran belum sempat menyelamatkan, sehingga FPSBB berkoordinasi dengan Dinporabudpar serta BPSMP Sangiran, dan diijinkan untuk melakukan penyelamatan.

“Identifikasi sementara, jenis fosil diduga adalah banteng. Jadi masih ada scapula yang melekat dengan kaki banteng,” ujarnya.

Baca Juga :   Eksekusi Program Jateng Tanpa Lubang, Masyarakat Bisa Melapor dengan Aplikasi Jalan Cantik

Dugaan itu diperkuat karena tidak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 50 meter sebelumnya telah diketemukan fosil kepala banteng yang kini disimpan di Rumah Artefak Blora.

Setelah berhasil diangkat, temuan fosil itu disimpan di Rumah Artefak Blora. Selanjutnya akan dilakukan ekskavasi dilakukan penelitian lebih intensif.

Ketua Tim BPSMP Sangiran, Haris Rahmanendra menjelaskan, kegiatan di Situs Kapuan itu merupakan lanjutan dari tahun 2019 pada lokasi yang sama.

Pada 18 sampai dengan 29 Juni 2019 silam, BPSMP Sangiran telah melakukan kegiatan Kajian Potensi Cagar Budaya di situs tersebut.

Kajian yang dilakukan diharapkan dapat menunjukkan jenis-jenis fauna, pemahaman karakteristik budaya, lapisan tanah Kala Pleistosen di Situs Kapuan, dan persebaran temuan secara lateral maupun vertikal. (*)

Baca Juga :   Salah Satu Kelebihan Sistem Zonasi PPDB, Calon Siswa Bisa Daftar ke 5 Sekolah Sekaligus

Komentar

News Feed