oleh

Realisasi Perolehan PBB Pati Capai 98,4 Persen

Pati, SMJTimes.com – Jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Pati berakhir pada bulan September lalu. Namun demi mengoptimalkan pendapatan daerah, pemungutan pajak masih dilaksanakan hingga bulan Desember.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pati mencatat, hasil pemungutan PBB cukup mememuaskan tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) PBB BPKAD Pati, Udhi H. Nugroho melansir, hingga hari ini perolehan PBB Pati telah mencapai Rp 23,7 miliar dari ketetapan baku Rp 24,9 miliar. Atau 98,42 persen dari ketentuan.

“Total capaian keseluruhan ada Rp 24.000.099.789.970 untuk ketetapan bakunya. Dan realisasinya Rp 23. 718.700.179. Untuk persentasenya 98, 42 persen,” jelas Udhi kepada SMJTimes.com saat ditemui di kantornya, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga :   Angka Kematian Masih Jadi Indikator Persebaran Covid-19 di Pati

Dari capaian tersebut, sebanyak 17 Kecamatan telah melunasi target PBB nya, sementara 4 lainnya yakni Kecamatan Pati Kota, Kecamatan Margorejo, Kecamatan Gabus, dan Kecamatan Tayu masih belum bisa capai target.

“Ada 4 kecamatan yang belum, tapi rata-rata sudah di atas 95 persen. Hanya Pati Kota yang baru 94,75 persen karena memang wajib pajak (WP) di Pati Kota tunggakannya banyak yang di luar kota, ada yang sulit juga,” imbuhnya.

Meski hingga jatuh  tempo, realisasi PBB belum capai target. Namun, Udhi menilai tingkat kepatuhan warga dalam melunasi PBB terbilang tinggi tahun ini.

Ia mengaku kendala di lapangan seperti kesulitan menghubungi wajib pajak hingga menemui pabrik yang tak sanggup bayar PBB juga masih ditemui petugas tahun ini.

Baca Juga :   Tiga Ribu KPM di Pati Akan Terima Bansos Senilai Rp200 Ribu

“Ada juga pabrik yang punya piutang pajak hamper Rp 300 juta belum terbayarkan hingga dua tahun. Itu termasuk denda. Kita sudah buat surat teguran kepada pemilik pabrik, juga menjadi laporan kami,” ujarnya.

“Apabila pemilik pabrik tidak mau membayar akan ditagihkan oleh KPK,” pungkas Udhi. (*)

Komentar

News Feed