oleh

Ansor dan Banser Minta Pemkab Pati Tutup Permanen Lokalisasi

Pati, Mitrapost.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kabupaten Pati meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menutup permanen lokalisasi di Kabupaten Pati.

Hal ini diungkapkan dalam Audiensi dengan Satpol PP Kabupaten Pati di Ruang Pragola Gedung Setda Kabupaten Pati, pada Senin (4/10/2021).

Sebelumnya, Ketua GP Ansor Itqonul Hakim mengapresiasi langkah Pemkab Pati yang melakukan penutupan tempat prostitusi di Kabupaten Pati.

“Karena akhir-akhir ini Pemda Pati sukses menghambat prostitusi di Kabupaten Pati dan upaya yang maksimal,” ungkap Itqon.

Namun, berdasarkan pemahaman laporan dari masyarakat dan hasil diskusi, pihaknya menyimpulkan masih adanya praktik prostisi di Kabupaten Pati. Ia menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih mengupayakan pencegahan prostitusi dan karaoke ilegal di Kabupaten Pati.

Baca Juga :   BPBD Pati Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan Banjir

Pihaknya pun meminta adanya upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk melakukan penutupan tempat prostitusi secara permanen.

“Itu baru langkah pencegahan. Kami berharap Pemkab melakukan penutupan permanen. Sebagaimana aspirasi yang kami terima. Pencegahan sudah bagus tetapi harus dilakukan penutupan permanen,” tutur Itqon.

Ia juga siap mengerahkan personil untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pati dalam melakukan penutupan tempat prostitusi di Pati secara permanen. Mereka siap membantu tim keamanan.

“Kami akan mendukung langkah permanen. Apapun kami siap membantu. Kalau perlu kami kerahkan personil,” kata Itqon.

Perlu diketahui, pada pertengahan bulan Agustus lalu, Pemkab Pati bersama TNI-Polri dan berbagai organisasi lainnya melakukan deklarasi penutupan prostitusi di Kabupaten Pati.

Baca Juga :   Mulai Suntikkan Vaksin AstraZeneca, Berikut Jadwal Vaksinasi Puskesmas Sukolilo I

Hal ini membuat mereka melakukan penutupan di berbagai tempat prostitusi di Kabupaten Pati sejak tanggal 19 Agustus hingga saat ini. Namun masih banyak praktik prostitusi yang ditemukan di kos-kosan setelah dilakukan penutupan berbagai tempat prostitusi di Kabupaten Pati. (*)

Komentar

News Feed