oleh

Harga Rajungan Melonjak Naik di Masa Pandemi

Rembang, SMJTimes.com – Bisnis rajungan menjadi salah satu sektor yang nyaris tidak terdampak pandemi Covid-19. Di Kabupaten Rembang sendiri pengepul rajungan bertambah banyak, padahal berbagai sektor perekonomian tengah terpuruk-terpuruknya. Hal tersebut membuat harga rajungan di Rembang saat ini naik cukup tinggi.

Abdul Charis, salah satu pengepul rajungan di Dusun Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, di tengah pandemi Covid-19 ini ekspor rajungan masih stabil. Justru cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun 2020 kemarin.

Menurutnya, jumlah pengepul yang bertambah tidak lepas dari semakin banyaknya permintaan pasar, termasuk permintaan dari luar negeri. Maka baginya tidak heran jika terjadi persaingan antar pengepul. Banyak pabrik berlomba memasang harga beli tinggi untuk memperoleh rajungan dalam jumlah banyak.

Baca Juga :   Pertunjukan Seni di Rembang Kantongi Izin Pentas

“Kalau harga (rajungan) saat ini mencapai Rp120 Ribu perkilogram dan menjadi yang tertinggi. Lebih tinggi dari tahun 2020 kemarin,” ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (8/7/2021).

Di tengah kondisi tersebut, Charis mengimbau agar para pengepul tidak curi-curi kesempatan untuk berlaku tidak jujur. Ia menekankan, para pengepul jangan sampai mencampur adukkan dengan daging rajungan yang di bawah standar produksi. Karena selain mencederai kepercayaan konsumen, akibat paling fatal adalah menurunnya harga rajungan jika konsumen menyadari kecurangan tersebut.

Apalagi, seturut keterangannya, saat ini banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sektor rajungan untuk survive di tengah pandemi Covid-19. Jika harga rajungan turun jauh, bisa dipastikan geliat ekonomi di sektor ini akan lumpuh sebagaimana sektor yang lain. Para nelayan pun akan kelimpungan.

Baca Juga :   Refocusing Anggaran Hambat Agenda Dinlutkan Rembang

“Jangan aji mumpung. Jangan mentang-mentang harga tinggi terus dicampur-campur sama yang kualitasnya di bawah standar,” ujarnya.

“Karena kita, nelayan, bergantung dari sini, Mas. Karena harga lagi tinggi-tingginya, nelayan kan jadi semakin giat. Jarak masang bobonya (alat penangkapan rajungan) juga ditambah. Soalnya saat ini rajungan betul-betul menjanjikan,” tegasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Harga Rajungan Tinggi, Pengepul Diminta Tak Curi Kesempatan”

Komentar

News Feed