oleh

Cegah Paparan Radikalisme, Pemkab Rembang Gelar Sekolah Inklusi

Rembang, SMJTimes.com – Pemkab Rembang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menggelar Sekolah Inklusi Pendidikan Pancasila di Lapangan Desa Ngulahan Kecamatan Sedan. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari 14 Kecamatan.

Plt Kepala Dinsos PPKB Agus Salim mengatakan kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Karangtaruna Kabupaten itu juga menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikal.

Cegah Paparan Radikalisme Pemkab Rembang Gelar Sekolah Inklusi

“Anak-anak muda di Rembang ini jangan sampai terpapar paham-paham terorisme. Ini karang taruna kan ada di semua desa, mereka bisa menularkan kepada teman-temannya yang ada di desanya masing-masing, harapannya seperti itu,” ujarnya, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga :   Silpa Rembang Tahun 2020 Sebesar Rp65 Miliar

Sekolah inklusi pendidikan Pancasila ini menjadi yang pertama di Indonesia. Pasalnya konsep kegiatannya tidak dilakukan secara formal di dalam ruangan, namun ada pra-lapang dan di lapangan. Selain itu sejumlah tenda juga disiapkan untuk menunjang kegiatan outbound.

Dengan konsep acara yang dikemas secara lebih santai itu, peserta diharapkan lebih bisa menangkap materi-materi yang disampaikan oleh pemateri serta terasa menyenangkan.

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya peningkatan rasa cinta terhadap tanah air dan negara harus diberikan kepada para pemuda, salah satunya melalui karang taruna.

Dari sisi agama, Hafidz juga menekankan bahwa ikut membela negara merupakan kewajiban. “Kalau meninggal (dalam membela negara) meninggalnya syahid. Masuk surga tanpa dihisab,” tuturnya.

Baca Juga :   Muatan Truk Tambang Berceceran di Jalan, Warga Khawatir Keselamatan Pengguna Jalan

Bupati mengingatkan para pendahulu bangsa telah korban jiwa raga dalam meraih kemerdakaan. Untuk itu generasi sekarang mempunyai tanggung jawab merawat dan menjaga keutuhan Bangsa

“Saya berharap kegiatan tersebut bisa menjadi embrio untuk kabupaten Rembang bagaimana mencintai negara di dalam konteks yang bisa memberikan penguatan pada masalah keagamaan, sosial, edukasi, dan kreatifitas di dalam implementasi sangat diperlukan,” pungkasnya. (Adv)

 

Komentar

News Feed