oleh

Sempat Anjlok, Harga Gabah di Pati Mulai Merangkak Naik

Pati, SMJTimes.com – Harga gabah Kabupaten Pati di tingkat petani mulai membaik jika dibandingkan dengan awal panen. Pasalnya curah hujan sudah berkurang sehingga gabah basah sudah bisa dijemur dan kualitasnya meningkat.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Muhtar. Ia mengaku di awal panen harga gabah kering panen (GKP) dari petani sempat dihargai Rp3.500 perkilo.

Anjloknya harga gabah tersebut disebabkan oleh kualitas gabah yang rendah lantaran dipanen bersamaan dengan tingginya curah hujan. Meski di Pati ada mesin pengering gabah, jumlahnya terbatas sehingga petani terpaksa menunggu sinar matahari.

“Terkait dengan adanya kualitas gabah beras Pati yang rendah berdampak pada harga. Tentunya ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrim dan banjir yang terjadi di beberapa hari lalu. Petani juga tidak bisa mepe secara alami menggunakan matahari hampir sebulan,” ungkap Muhtar saat diwawancara kemarin.

Baca Juga :   Pemkab Rembang: Harga Gabah Cenderung Stabil

Namun dalam beberapa hari terakhir, ia mengaku harga gabah sudah sedikit mengalami kenaikan. Ia menyebut harga gabah kering di tingkat petani saat ini sudah mencapai harga Rp4.200 per kilo.

“Akhirnya cuaca membaik, tapi masih dibutuhkan komitmen bersama, kita akan rapatkan permasalahan harga gabah dan akan dipastikan tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Naiknya kualitas gabah tersebut langsung disambut oleh Dispertan Pati dengan gerakan percepatan serap gabah di Kabupaten Pati.  Dispertan mengupayakan agar gabah dari petani Pati bisa diserap oleh Bulog dan kostraling sebanyak 16 ribu ton hingga Bulan April 2021, yang kemudian dilegitimasi dalam Nota Kesanggupan Menyerap Gabah atau Beras Petani Kostraling.

Baca Juga :   Nikah Daring di Masa Pandemi, Berikut Hukum dan Ketentuannya

Muhtar mengimbau kepada para petani jika tidak ingin melepas gabahnya dengan harga murah, petani bisa menyimpannya hingga kondisi gabah benar-benar kering.

Pasalnya Bulog Pati hanya bisa menyerap gabah sesuai kualitas yang ditentukan oleh Permendag No 24 Tahun 2020, diantaranya menyangkut kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar kotoran paling tinggi 10 persen untuk gabah kering panen. Sementara gabah kering giling kadar airnya paling tinggi 14 persen dan kadar kotoran 3 persen.

Kesanggupan menyerap gabah petani sebanyak 16 ribu ton ini juga sekaligus respons Dispertan terhadap keluhan petani terkait langkah pemerintah akan mengimpor satu juta ton beras.

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Intensitas Hujan Berkurang, Harga Gabah Pati Mulai Naik”

Komentar

News Feed