oleh

Pemkab Rembang Bakal Revisi Regulasi Pemilihan Perangkat Desa

Rembang, SMJTimes.com – Mengingat kondisi pandemi belum usai hingga kini, Kabupaten Rembang akan melakukan sejumlah perbaikan regulasi pemilihan perangkat desa. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinpermades Kabupaten Rembang, Sulistiyono.

Menurutnya, revisi regulasi pemilihan perangkat desa akan diselesaikan minggu depan agar dapat disosialisasikan ke pihak desa dan kecamatan.

“Pembenahan regulasi insyaallah minggu depan sudah selesai. Setelah selesai kita undang camat, sama paguyuban kepala desa.”

Sedangkan persyaratan seleksi, Sulistiyono menyebutkan setidaknya ada dua calon yang mendaftar. Jika kurang dari dua, desa harus membuka atau memperpanjang pendaftaran kembali.

Pemkab Rembang Bakal Revisi Regulasi Pemilihan Perangkat Desa

“Pendaftar diseleksi oleh panitian mulai dari usia, dll. Setelah memenuhi syarat, calonnya ada dua atau tiga, minimal 2. Harus lebih dari dua, kalau kurang dari dua dibuka pendaftaran ulang. Diundur lagi selama 5 hari. Biar ada pendaftarannya minimal 2.”

Baca Juga :   Bupati Layangkan SE Baru, Objek Wisata Rembang Boleh Buka

Menurut aturan yang tercantum pada aturan bupati nomor 67 tahun 2017 tentang Perangkat Desa, Sulistiyono menjelaskan memang harus ada yang dibenahi, terutama pada sejumlah istilah yang tebilang ambigu.

“Ada beberapa yang perlu dicermati, sebagian besar hampir sama, yang perlu dicermati tentu persyaratan kemudian legalisir, itu perlu ditegaskan,” ujarnya, Sabtu (20/3/2021).

Ia mengatakan bahwa masalah teknis seperti legalisir ijazah menjadi kebingungan tersendiri di kalangan desa. Pasalnya dalam diksinya tidak menyebutkan secara jelas pihak mana yang harus memberikan legalisir.

“Biasanya kan di desa kadang bingung yang legalisir ijazah siapa, karena kemarin aturannya yang legalisir pejabat yang berwenang. Beberapa desa ndak tau penjabat yang berwenang siapa, ada yang legalisirnya kecamatan. Ada yang di dinas pendidikan, itu akan dijelaskan lebih terinci,” imbuhnya.

Baca Juga :   Terancam Punah, Dalang Wayang Gagrak Lasem Tersisa 2 Orang

Sedangkan untuk panitia seleksi harus berasal dari unsur masyarakat desa yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Sebelum program seleksi dilakukan, sebelumnya pihak desa sudah melakukan musyawarah bersama sejumlah elemen desa.

“Setelah sudah paham semuanya mengenai regulasi. Perlu dilaksanakan di tingkat desa. Lha tahapannya di desa nanti kepala desa musyawarah desa dengan tokoh masyarakat BPD, RT, RW, tokoh masyarakat desa, bahwa akan ada pengisian perangkat desa. Ketika sudah musdes, baru membentuk panitia seleksi.”

Pelaksanaan pemilihan perangkat desa direncanakan akan dilaksanakan tahun 2021 ini. Pasalnya sebanyak 145 jabatan kosong dan telah ditunda di tahun sebelumnya karena pandemi. (Adv)

Komentar

News Feed