oleh

Harga Komoditas Pangan dan Holtikultura Cenderung Stabil

Pati, SMJTimes.com – Memasuki tahun Baru, Dinas Pertanian Pati memantau harga komoditas pangan, palawija dan hortikultura mulai stabil, bila dibandingkan awal pandemi mewabah di Indonesia dan diberlakukan PSBB.

Gabah kering panen di tingkat petani terpantau paling stabil dengan harga kisaran  Rp42.00-R 4.500, sedangakan gabah kering giling di kisaran Rp5.300-Rp5.500.

Baca juga: Pagi Ataukah Siang, Waktu yang Tepat Menyiram Tanaman

Beras medium ditingkat petani dihargai Rp8.000-Rp8.200 sedangkan di tingkat konsumen dihargai Rp9.000. Sedangkan beras premium di harga Rp8.400-Rp8.600 dari tingkat petani, dan Rp10.000 ke konsumen.

Untuk hortikultura harganya stabil, per kilonya di tingkat produsen, untuk bawang merah basah diharga  Rp15.000, bawang putih impor Rp28.000, cabai merah besar Rp60.000, cabai merah kecil Rp45.000, cabai rawit merah Rp82.000, mentimun Rp10.000, tomat Rp10.000, dan wortel Rp10.000.

Baca juga: Tanaman Tumbuh Subur, Hindari Beberapa Kesalahan saat Berkebun

“Untuk hortikultura ini kita juga sama sama dengan tanaman pangan lain seperti padi dan jagung. Meski stabil tapi, bawang, cabai, bawang putih, konsdisi harganya tidak bisa diprediksi, tapi saat sekarang sudah stabil,” kata Kun Saptono, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pati saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

“Suatu saat bisa melejit, suatu saat bisa drop, karena kita tidak tahu peta tanaman di luar kabupaten. Kita tidak bisa tahu kondisi tanaman di kabupaten di tempat lain,” imbuhnya.

Baca juga: BPBD: Rumput Vetiver di Pati Tak Tumbuh Maksimal

Sementara untuk komoditas kacang kedelai harganya masih tinggi lantaran di tingkat nasional Indonesia masih kalah dalam persaingan kedelai impor, khususnya dari negara Tiongkok.

Sementara untuk stok kedelai lokal Kun mengungkapkan jumlahnya saat ini sudah menipis karena terakhir di panen pada bulan Agustus, sementara petani yang lebih meminati menanam kacang hijau di musim kemarau dibandingkan kedelai.

Baca juga:

Reporter : Moh Anwar

Komentar

News Feed