oleh

Dalam Setahun Kabupaten Rembang Kelola 86 Ribu Ton Sampah

Rembang, Smjtimes.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang memprediksi sampah di Rembang akan mencapai 86 ribu ton lebih dalam setahun.

Hal ini disampaikan oleh Teguh, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada Kamis (30/7/20). Ia mengatakan data tersebut merupakan estimasi dari perkalian jumlah penduduk dan sampah yang dihasilkan.

“Prediksinya sekitar 86.866 ton di seluruh Rembang. Dengan estimasi perkalian jumlah penduduk dikali 0,36 kg sampah.  Jadi survei kemarin sampah per orang atau per hari itu 0,36. Sehingga dikalikan dengan seluruh penduduk kabupaten Rembang.”

Baca juga: Buang Sampah Sembarangan, Lahan PT KAI di Rembang Jadi TPS Dadakan

Teguh menyebutkan, sistem penanganan dan pengelolaan sampah di Rembang dilakukan dengan dua cara. Yakni berupa pengurangan yang dilakukan pada tataran masyarakat dan pada tataran pemerintah berupa penanganan.

“Pengurangan melibatkan masyarakat atau KSM (kelompok swadaya masyarakat) untuk mengolah sampah di pihak desa.  Melalui ini sudah terbentuk bank sampah.”

Selain dari masyarakat, DLH Rembang juga melibatkan pihak sekolah dalam menanggulangi produksi sampah dengan baik. “Para siswa membawa tempat minum sendiri-sendiri dari rumah.”

Baca juga: Kementrian Perindustrian Tolak Usulan Kemenkeu atas Penerapan Cukai Kantong Plastik

Menurutnya asumsi ini dapat mengurangi penggunaan sampah plastik, yang memang menjadi perhatian khusus DLH saat ini. “Asumsikan satu siswa saja membawa botol plastik, sudah berapa dalam satu sekolahan.”

Langkah lain dalam proses penanganan sampah plastik memang dilakukan dengan memantau swalayan modern. “(Kami himbau) Indo atau Alfamart tidak menggunakan kantong palstik lagi.  Kami sudah surati, tapi datanya belum ada.”

Sedangkan limbah dari penanganan covid-19, Teguh menyebutkan ada 352 kg data yang masuk ke DLH. “Jadi datanya per satu bulan. Itu hanya di RSUD saat sebelum mempunyai alat olah limbah medis insinerator.” (*)

Baca juga; Juwana dan Tayu Penyumbang Sampah Liar Terbanyak di Pati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *