Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Israel Serang Lebanon di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Meski gencatan senjata tengah dilakukan dengan Amerika Serikat (AS), Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz beberapa saat setelah terjadinya gempuran di Lebanon pada Rabu (08/04/2026) pagi waktu setempat.

Dalam media lokal Iran, penjelasan penutupan Selat Hormuz tersebut dilakukan oleh Ibukota Teheran lantaran Israel yang dianggap melakukan pelanggaran gencatan senjata melalui gempuran yang dilemparkan ke Lebanon.

Pasalnya, kesepakatan gencatan senjata Iran yang dilakukan dengan AS dan Israel itu dianggap telah meliputi pemberhentian serangan ke Lebanon. Sementara, Israel ternyata menolak dengan bersikeras menganggap Lebanon tidak masuk pada bagian dari kesepakatan tersebut.

Padahal setelah dipastikan gencatan senjata yang dilengkapi dengan 10 poin persyaratan tersebut disepakati, sejumlah dua kapal tanker dilaporkan dapat melewati Selat Hormuz dengan mengantongi izin dari otoritas Iran.

“Setelah pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata sementara oleh tentara rezim Zionis terhadap Lebanon dan perlawanan Islam di negara itu, Iran sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan operasi pencegahan terhadap posisi militer Israel di wilayah pendudukan,” jelas sumber keamanan militer Iran, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (09/04/2026).

Sebelum ini, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui pernyataan yang dipublikasikan oleh Mehr News Agency memberi konfirmasi terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan selama dua pekan dengan AS dan Israel.

Pada saat itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa kesepakatan berhasil dicapai dengan dilengkapi persetujuan dari Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang dimediasi oleh Pakistan. (*)

Komentar