SMJTimes.com – Sebagai bagian dari upaya penarikan mahasiswa internasional, Kementerian Pendidikan Korea Selatan (Korsel) mulai 2026 untuk pertama kalinya akan mendata mata kuliah berbahasa Inggris yang ada di setiap kampus secara nasional.
Selain menarik minat mahasiswa bagi program sarjana (Strata 1/S1), kebijakan Pemerintah Korsel juga akan menyasar pada peserta pertukaran budaya serta mahasiswa tamu jangka pendek yang didatangkan dari berbagai negara.
Melansir dari Detik, pihak Korsel menjelaskan bahwa data tersebut akan dijadikan sebagai referensi penting bagi calon mahasiswa internasional. Nantinya, data tersebut akan diumumkan secara tahunan, untuk menekan penguatan perkuliahan berbahasa Inggris di lingkungan perguruan tinggi.
Peningkatan mata kuliah berbahasa Inggris ini dinilai tak terelakkan, sejalan dengan penurunan populasi usia sekolah serta ditambah pula oleh adanya dorongan Pemerintah Korsel untuk memperkuat kampus daerah melalui perekrutan mahasiswa internasional.
Meski begitu, sejumlah kampus juga mengingatkan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara hati-hati, lantaran formatnya yang beragam hingga cukup sulit dalam penerapan standar yang telah ditetapkan.
“Memperluas kuliah berbahasa Inggris memang menjadi arah dasar saat universitas fokus menarik mahasiswa internasional. Tapi format kuliahnya sangat beragam, sehingga sulit menerapkan standar tunggal untuk keterbukaan data,” jelas seorang pejabat kampus negeri, dikutip Senin (26/01/2026).
Selain itu, seorang pejabat dari kampus swasta di Ibu kota Korsel, Seoul, juga menyebut bahwa jumlah mata kuliah berbahasa Inggris sempat melonjak di berbagai perguruan tinggi, hingga di beberapa tahun terakhir, angkanya menjadi stagnan cenderung menurun di sejumlah institusi. (*)











Komentar