SMJTimes.com – Merencanakan dan mengembangkan lingkungan akuarium dengan mempertimbangkan semua kontributor bioma akan menciptakan rumah sehat bagi hewan peliharaan.
Salah satu komponen yang sering diabaikan dalam akuarium ikan yang sehat dan beragam adalah adanya krustasea; khususnya, yang termasuk dalam famili udang pembersih.
Meskipun tampak seperti alien kecil di luar angkasa, udang pembersih secara alami cocok untuk banyak bioma akuatik. Hal ini bermanfaat bagi penghuni akuarium maupun manusia yang harus membersihkannya.
Mengutip dari PetMD, udang pembersih berperan untuk membersihkan lingkungannya, mulai dari kotoran dan alga dari bebatuan, hingga ikan-ikan lain yang ada di dalam akuarium. Sebagai imbalannya, udang pembersih membutuhkan makanan seperti parasit lezat yang kaya nutrisi.
Udang Pembersih Berpita
Udang Pembersih Berpita atau Udang Karang (Stenopus hispidus) selalu melambaikan antena putihnya yang panjang ke arah ikan yang berenang. Udang ini paling dikenal karena sepasang lengan ketiganya yang panjang dan bergaris.
Udang Peppermint
Udang Peppermint (Lysmata wurdemanni) juga dikenal sebagai Udang Pembersih Berurat atau Udang Pembersih Karibia, bukanlah udang pembersih sejati. Alih-alih mengambil parasit dari ikan, mereka lebih suka memakan detritus atau bahan organik lain yang mengapung di sekitar akuarium.
Mereka dikenal mampu mengendalikan pertumbuhan Aiptasia yang tidak diinginkan, anemon umum yang tumbuh seperti gulma di beberapa akuarium terumbu karang.
Udang Hantu dan Udang Rumput
Kedua jenis ini termasuk dalam udang akuarium air tawar. Udang Hantu (Paleomonetes sp.) adalah pembersih akuarium yang sangat efisien, suka memakan apa pun yang bisa ditangkap dan akan berusaha semaksimal mungkin menjaga akuarium tetap bersih.
Sementara Udang Rumput (Palaemonetes paludosus) dikenal sebagai Udang Kaca, yang sulit dikenali di akuarium berwarna-warni karena penampilannya yang hampir transparan. Undang ini suka bersembunyi, jadi sediakan banyak gua tempatkan mereka dengan spesies ikan yang damai dan tidak memakan udang.
Udang Kristal Merah
Berbeda dengan Udang Hantu yang transparan, Udang Kristal Merah (Caridina sp.) disortir berdasarkan tingkat kejernihan pita merah dan putihnya. Udang dengan pita putih yang sangat mencolok cenderung lebih mahal.
Udang yang lahir tanpa mutasi warna merah dikenal sebagai Udang Lebah. Alih-alih pita merah dan putih, Udang Lebah memiliki pita kontras berwarna putih, hitam, dan cokelat.
Udang ini cocok untuk akuarium air tawar yang tenang dan gemar memakan alga, detritus, dan makanan apa pun yang mengapung di dekatnya.
Udang Ceri Merah
Udang Ceri Merah (Neocaridina denticulate sinensis) tidak memiliki pita khas seperti Udang Kristal Merah, tetapi tetap memiliki warna cerah yang sama.
Awalnya, udang ini akan menampilkan bentuk bening sepenuhnya, sampai setelah menetap di akuarium dengan banyak tanaman untuk bersembunyi dan pasokan alga dan detritus yang baik, mereka akan menampilkan penampilan berbintik-bintik merah dan putih yang menjadi ciri khasnya. (*)











Komentar