SMJTimes.com – Bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang Panama, Amerika Tengah, dilaporkan menimbulkan dampak yang cukup luas, mulai dari kerusakan sejumlah rumah, terputusnya aliran listrik, hingga pemberhentian penerbangan sementara.
Dalam hal ini, gempa Panama yang terjadi pada kedalaman 12,6 kilometer (km) atau 7,8 mil, dilaporkan dipicu oleh Sistem Sesar Azuero Sona yang melintasi Semenanjung Azuero di wilayah Panama selatan, yang telah lama diketahui mengalami penumpukan tekanan.
“Ini adalah sistem sesar aktif yang sesekali, akibat akumulasi tegangan, melepaskan energi dalam jumlah sebesar ini,” ujar direktur institut ilmu kebumian (geosciences institute), Nestor Luque.
“Sinyal seismik telah merambat ke seluruh wilayah nasional dan itulah mengapa getarannya dapat dirasakan di mana-mana,” tambahnya, dikutip dari Detik.
Berdasar pada hal tersebut, terjadi kemacetan lalu lintas lantaran banyaknya perkantoran yang memulangkan karyawannya lebih awal akibat kekhawatiran akan potensi kerusakan pasa struktur bangunan, sementara layanan Metro dihentikan.
Selain itu, sejumlah siswa juga memadati jalan-jalan di pusak Kota Panama karena kegiatan belajar-mengajar juga ikut diberhentikan di tingkat nasional.
Pasalnya, pusat gempa berada dekat dengan komunitas pedesaan La Pitaloza yang ada di wilayah berpenduduk di Herrera, dekat garis pantai Pasifik. Kemudian, guncangan juga dirasakan hingga ke San Jose, ibu kota negara tetangga Kosta Rika. (*)










Komentar