SMJTimes.com – Asosiasi Sutradara Film Korea atau yang dikenal dengan Directors Guild of Korea (DGK) menyatakan dukungannya terhadap tim produksi film The Assassin(s).
Dalam hal ini, dukungan tersebut disampaikan di tengah kemarahan politik yang meluas hingga menyasar para pemeran dan kru film The Assassin(s) yang saat ini justru tengah memuncaki posisi box office Korea.
Para penjabarannya, dukungan diberikan di tengah politisi konservatif dan para kritikus daring yang mengeluarkan tuduhan terhadap film The Assassin(s) melakukan distorsi sejarah.
Hal inilah yang membuat film The Assassin(s) diharuskan untuk menghadapi aduan dari polisi sekaligus perdebatan sengit di Majelis Nasional.
“Apa yang kami hadapi saat ini bukan lah kritik atau kecaman terhadap film, melainkan serangan terhadap individu yang telah melampaui batas,” berikut pernyataan resmi dari perwakilan DGK, dikutip dari CNN Indonesia.
Bahkan pada penjelasannya, DGK juga menyatakan bahwa sikap permusuhan tersebut telah melampaui batas, dari yang harusnya sekadar mempertanyakan konten film maupun pilihan dari para pembuatnya.
“Situasi ini menyasar kehidupan sehari-hari serta mata pencaharian mereka yang terlibat, bahkan sampai pada tuntutan agar film semacam itu tidak pernah dibuat lagi,” jelasnya.
“Para kreator dapat dikritik atas karya mereka, namun kritik tersebut tidak boleh berujung pada hancurnya kehidupan pribadi dan mata pencaharian sang kreator,” tambah mereka. (*)











Komentar