Impor Solar Berhenti, Kementerian ESDM Proyeksikan Devisa Negara Akan Meningkat Rp170 T di 2026

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), menetapkan proyeksi devisa negara akan mengalami peningkatan hingga Rp170 triliun pada tahun 2026.

Dalam hal ini, proyeksi tersebut didasakan pada adanya penerapan penghentian impor solar, sekaligus menjadi hasil dari penerapan mandatori Biodiesel 50% atau B50.

Melansir dari CNN Indonesia, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa upaya peralihan bahan bakar fosil ke nabati tersebut memberikan efisiensi fiskal bagi negara.

Hal tersebut dikarenakan menurutnya kemandirian energi dinilai sangat penting agar Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.

“Yang keempat adalah meningkatkan devisa negara. Kita berhitung dari tidak adanya kita perlu tidak adanya impor solar yang kita lakukan berarti kita meningkatkan devisa hingga Rp 170 triliun pada 2026 ini,” jelas Eniya di Jakarta, Selasa (08/09/2026).

Kemudian, pihaknya juga menyebut jika Pemerintah Pusat melakukan perhitungan penghematan devisa yang didasarkan pada asumsi pengurangan volume impor solar sebanyak 18 juta Kilo Liter (KL), atau setara dengan pasokan minyak mentah sebesar 310.000 barel per hari.

Hal tersebut diartikan bahwa hasil produksi nabati Indonesia saat ini sudah mampu menyamai setengah dari total angka lifting minyak bumi nasional.

“Kalau diasumsikan 18 juta kiloliter ini bisa setara dengan 310.000 barel per day. Kalau lifting minyak kita 610.000 barel per day, maka lifting minyak dari nabati ini bisa setengahnya, sudah mencapai setengahnya yaitu 310.000 barel per day,” ujarnya. (*)

Komentar