SMJTimes.com – Diketahui, Bandara Dubai dilaporkan mencatatkan adanya penurunan yang semakin parah terkait dengan kedatangan pelancong, sejak adanya konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Melansir dari Detik, total aktivitas penerbangan maskapai yang ada di Bandara Dubai dilaporkan mencapai hingga 150.600 selama semester pertama. Hal tersebut mengartikan bahwa terdapat adanya penurunan tahunan sebesar 32,1%.
Sementara itu di kuartal kedua tahun 2026 ini, Bandara Dubai mencatatkan adanya sebanyak 62.500 pergerakan.
Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Bandara Dubai, Paul Griffiths, mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan kejadian ini, lantaran volume penumpang berdasarkan pada catatannya mengalami pertumbuhan secara stabil di setiap bulannya selama kuartal kedua.
Pihaknya optimis bahwa momentum tersebut dipastikan akan terus berlanjut.
“Peristiwa gangguan yang berlangsung selama dua bulan itu memang berdampak pada arus lalu lintas,” ujar Griffiths.
“Namun, tren saat ini secara keseluruhan positif,” tambahnya.
Kemudian, pihaknya juga mengatakan bahwa Bandara Dubai sedang menunggu maskapai asing, khususnya dari Eropa, untuk memulai kembali penerbangan mereka.
“Saya sangat yakin kami akan kembali beroperasi penuh dalam waktu yang sangat singkat,” jelasnya. (*)











Komentar