SMJTimes.com – Pasukan Iran dilaporkan telah melakukan penebaran sejumlah ranjau laut yang baru di perairan Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbarunya dengan tujuan yang diklaim mencegah Teheran menebar ranjau laut di Selat Hormuz.
Sebelumnya perlu diketahui, Selat Hormuz merupakan sebuah jalur perairan vital yang digunakan untuk pasokan minyak dan gas global. Dalam hal ini, sebagian besar wilayah Selat Hormuz diblokade Iran selama perang berkecamuk sejak akhir bulan Februari 2026 lalu.
“Dalam operasi tadi malam, lebih banyak ranjau laut telah ditebar di sepanjang rute tidak resmi di sebelah selatan Selat Hormuz,” ujar juru bicara (jubir) Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, pusat komando terpadu militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, dikutip dari Detik.
Pernyataan resmi yang dilakukan melalui media sosial X (Twitter) itu disampaikan di tengah perselisihan sengit antara Teheran dengan Washington, terkait dengan urgensinya berupa pengendalian atas Selat Hormuz.
Diketahui, pasukan AS pada Minggu (30/08/2026), dikabarkan melakukan penyerangan berupa sejumlah peluncur roket milik Iran di Pulau Larak yang berada di lepas pantai Selatan negara tersebut.
Serangan tersebut mulanya ditujukan untuk mencegah Teheran kembali melakukan penebaran ranjau laut yang dilakukan menggunakan roket di wilayah perairan Selat Hormuz.
Kemudian, Presiden AS, Donald Trump, juga mengklaim bahwa pihaknya telah menyisir seluruh perairan Selat Hormuz untuk membersihkan sejumlah ranjau tersebut, hingga mengklaim bahwa AS memegang kendali penuh atas jalur perairan tersebut.
Namun, Iran selalu menolak klaim tersebut dengan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup dan aksesnya dibatasi secara ketat, hingga Washington memenuhi persyaratan terkait dengan kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni 2026 lalu. (*)







Komentar