SMJTimes.com – Seorang pengusaha teknologi dan biohacker asal Amerika Serikat (AS) berusia 48 tahun, Bryan Johnson, dikenal oleh khalayak luas melalui keinginannya untuk mempertahankan hidup selama mungkin.
Namun di tengah jalan, Chief Executive Officer (CEO) platform gateway dan pemroses pembayaran global milik PayPal, Braintree itu justru menerima kabar buruk terkait dengan kondisi kesehatan yang sedang dialaminya.
Dalam hal ini, pria yang terobsesi dengan umur panjang tersebut pada pekan lalu mengungkapkan kondisi terkait dirinya yang telah didiagnosis penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan. Menurutnya, hal tersebut dapat membuat lambungnya ‘memakan’ dirinya sendiri.
Meski demikian, Johnson percaya bahwa dirinya bisa menggunakan keahliannya berupa biohacking untuk mengatasi permasalahan berat yang dialaminya itu.
“Saya akan mencoba dan mengatasinya. Akan saya bagikan semua prosesnya,” demikian pernyataannya di akun pribadi media sosial X (Twitter)-nya, dikutip dari Detik, Rabu (08/07/2026).
Perlu diketahui, penyakit yang diderita Johnson adalah gastritis autoimun (AIG), di mana sebuah kondisi antibodi sistem kekebalan tubuh menjadi liar dan mulai menyerang hingga ke sejumlah sel lambung. Dalam hal ini, penyakit tersebut sering muncul tanpa gejala namun memicu kanker.
Pada pengakuannya, Johnson bahkan mengklaim telah menghabiskan jutaan dolar hanya untuk memulihkan kesehatannya dengan mempekerjakan pasukan dokter pribadi yang terus memantau serta membantunya melakukan intervensi kesehatan tak lazim.
Di antara kegiatan yang dilakukan termasuk dengan menyuntikkan darah putihnya dan memantau ereksi. Oleh sebab itu, dirinya mengaku cukup terkejut jika kondisi autoimun tersebut lama tidak dapat terdeteksi.
“Ini adalah diagnosis dari kondisi yang mulai muncul di dalam tubuh saya lebih dari 20 tahun yang lalu. Jika saya tidak merawat tubuh dengan baik selama beberapa tahun terakhir, kondisinya pasti akan jauh lebih buruk. Masalah kesehatan akan selalu muncul, sesehat apa pun seseorang,” ujarnya. (*)










Komentar