SMJTimes.com – Seorang mahasiswa berusia 23 tahun di Provinsi Henan, Cina, mengalami hal yang tidak mengenakkan dari ambisinya untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal yang ternyata berujung petaka bagi dirinya.
Akibat dari dirinya yang terus melakukan pelatihan terhadap otot kaki (leg day) dengan intensitas yang terlalu ekstrem, pemuda tersebut harus dilarikan ke ruang gawat darurat hingga menjalani cuci darah (dialisis) lantaran mengalami gagal ginjal akut.
Seorang Dokter spesialis ginjal (nefrolog) yang menanganinya, Liu Haofei dari First Affiliated Hospital of Henan University of Chinese Medicine, mengatakan bahwa pasiennya tumbang lantaran berusaha terlalu keras ketika latihan beban tanpa mengukur kemampuan tubuhnya.
“Dia berusaha terlalu keras dalam latihan kakinya, yang akhirnya memicu terjadinya rhabdomyolysis,” jelas Liu Haofei, dikutip dari Detik Health, Jumat (12/06/2026).
Sebelumnya, pasien mengalami gejala awal berupa munculnya darah pada urine (air kencing berwarna gelap), yang setelahnya memburuk dengan cepat hingga sama sekali tidak bisa buang air kecil bahkan kehilangan kemampuannya berjalan sendiri akibat nyeri otot yang luar biasa.
Ketika dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, ternyata kadar creatine kinase atau indikator tingkat kerusakan otot yang ada di dalam tubuh pemuda tersebut melesat drastis hingga menembus angka 20.000 unit per liter.
Angka 20.000 unit per liter tersebut diketahui memperlihatkan adanya tanda lonjakan hingga 100 kali lipat di atas batas normal manusia pada umumnya.
Akibatnya adalah rhabdomyolysis atau kondisi medis serius yang terjadi ketika jaringan otot rangka mengalami kerusakan parah dan hancur secara cepat akibat aktivitas fisik yang berlebihan. (*)





Komentar