SMJTimes.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dilaporkan memasang target sebanyak 97 Sekolah Rakyat yang akan dinyatakan siap beroperasi sepanjang bulan Juli 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Sosial (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, dalam melakukan kegiatan peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (03/05/2026).
“Alhamdulillah. Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari 97 itu, 67 Insyaallah selesai tepat waktu,” jelas Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip dari IDNTimes.
Gus Ipul mengaku terdapat sejumlah Sekolah Rakyat yang masih berada dalam proses pembangunan akibat terkendala administrasi. Selain itu, tantangan geografis di setiap wilayah juga dijadikan sebagai salah satu kendala pembangunan Sekolah Rakyat.
Dalam hal ini, pihaknya mengatakan bahwa Jawa Timur dinobatkan sebagai sebuah provinsi dengan pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak, yaitu mencapai hingga 18.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat ini diprioritaskan bagi anak yang sebelumnya putus sekolah akibat terkendala biaya yang termasuk ke dalam golongan keluarga desil 1 dan 2.
“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau. Penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah,” ujarnya, dikutip Senin (04/05/2026).
Pada penjelasannya, seluruh fasilitas termasuk seragam telah disediakan oleh Sekolah Rakyat. Atas hal tersebut, pihaknya menegaskan bahwa tidak boleh ada siswa titipan masuk Sekolah Rakyat di luar desil 1 dan 2.
“Tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” katanya. (*)











Komentar