SMJTimes.com – Perusahaan keamanan siber, Kaspersky, melaporkan terdapat lebih dari 50 juta serangan siber yang terdeteksi melakukan penyerangan di Indonesia pada 2025. Diketahui, serangan ini tidak hanya berdampak pada individu, melainkan hingga organisasi.
Melansir dari CNN Indonesia, data terbaru Kaspersky menyebutkan terdapat sebanyak 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat yang telah berhasil terdeteksi dan diblokir tahun lalu di Indonesia.
“Saat ini, kami melihat banyak ancaman siber web yang muncul di Indonesia. Dan inilah yang kami deteksi. Jumlah ancaman lokal saat ini sudah mendekati 40 juta,” Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Adrian Hia, dalam acara SOC Transformation with AI di Jakarta, dikutip Jumat (10/04/2026).
Selain itu, Kaspersky juga mengungkap adanya 20 persen perusahaan di Indonesia yang telah mengalami serangan rantai pasokan pada tahun yang sama. Oleh sebab itu, motif ancaman yang terus berkembang ini membuat setiap lini berhati-hati terhadap keamanannya di ruang digital.
Di antara jenis ancaman siber yang tengah mengalami perkembangan di Indonesia, meliputi Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT), serangan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan eksploitasi seluler.
Atas situasi tersebut, sistem organisasi saat ini diharuskan untuk menghadapi risiko serangan yang lebih tinggi hingga membutuhkan adanya pergeseran dari pendekatan keamanan reaktif menjadi proaktif seperti membangun Pusat Operasi Keamanan (Security Operations Center/SOC).
Dalam hal ini, penelitian terbaru Kaspersky menyebut sebanyak 58 persen pemimpin dan pengambil keputusan yang tergabung dalam organisasi teknologi informasi (TI) di Indonesia mempercayai adanya SOC untuk meningkatkan tingkat keamanan siber mereka. (*)











Komentar