SMJTimes.com – Produsen chip memori terbesar kedua di dunia, SK Hynix, memperkirakan industri semikonduktor masih akan menghadapi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan hingga pada tahun 2030.
Artinya, perusahaan semikonduktor memori raksasa asal Korea Selatan (Korsel) itu menyebutkan bahwa lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga saat ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda perlambatan.
Melansir dari Detik, Chairman SK Group, Chey Tae-won menjelaskan terkait kondisi rantai pasok memori dan chip silikon yang tidak akan kembali normal dalam waktu dekat. Atas hal tersebut, kurangnya pasokan diprediksi akan berlangsung hingga 2030.
Dalam sela acara NVIDIA GTC 2026 yang dilakukan di San Jose, Amerika Serikat (AS), Tae-won mengakui jika industri belum mampu memenuhi lonjakan permintaan, utamanya yang berasal dari perusahaan teknologi besar dan proyek data center AI.
Sebagai buktinya, SK Hynix hingga kini masih mengalami fase backlog atau kebutuhan proyek yang belum terselesaikan sebesar 20% untuk pesanan wafer dasar yang menjadi komponen penting pada produksi chip memori.
Kondisi tersebut membuat perusahaan kesulitan mengejar permintaan, meski pendapatan tercatat tengah mengalami peningkatan pesat. Bahkan, seluruh kapasitas produksi SK Hynix untuk sepanjang 2026 disebut telah habis terjual.
Perlu diketahui, SK Hynix menguasai lebih dari 50% pasar memori HBM (high bandwidth memory) secara global beserta sekitar 32% pasar DRAM. Perusahaan ini juga tercatat berhasil menjadi pemain kunci dalam rantai pasok chip untuk AI, bersama dengan Samsung Electronics dan Micron Technology. (*)











Komentar