SMJTimes.com – Paspor merupakan salah satu dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang (imigrasi) suatu negara untuk warganya sebagai identitas saat melakukan perjalanan antarnegara.
Berdasarkan Henley Passport Index 2026, paspor terkuat di dunia maupun di Asia Tenggara diduduki oleh Negara Singapura yang bebas visa di 192 negara dari 227 negara. Selanjutnya, disusul paspor dari negara Korea dan Jepang dari Asia Timur yang sama-sama menduduki peringkat kedua dengan akses bebas visa ke 188 negara.
Sementara itu, paspor kuat ke-2 di Asia Tenggara atau terkuat didunia ke-9 adalah paspor negara Malaysia dengan bebas visa di 180 negara. Capaian tersebut ini merupakan yang tertinggi bagi Malaysia selama satu dekade sejarah indeks. Kenaikan peringkat paspor Malaysia ini bahkan melampaui negara-negara barat, seperti Monako dan Bulgaria.
Sementara itu, saat ini, paspor Indonesia menempati peringkat 65 dunia. Capaian ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan ini, warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat mengunjungi 78 negara tanpa visa atau dengan fasilitas Visa on Arrival (VoA).
Menurut indeks tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-6 di kawasan Asia Tenggara, di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina.
Sebagai informasi, Henley Passport Index selalu memperbarui peringkat secara berkala sebagai salah satu tolok ukur mobilitas global. Mereka menyusun peringkat paspor berdasarkan data eksklusif dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA). Data ini telah mencakup 199 paspor berbeda di seluruh dunia.
Menurut penggagas Henley Passport Index, Christian H. Kaelin, mobilitas global telah berkembang secara signifikan selama 20 tahun terakhir. Namun, ia menilai bahwa manfaatnya tidak terdistribusi secara merata.
“Hak istimewa paspor memainkan peran penting dalam membentuk peluang, keamanan, dan partisipasi ekonomi, namun keuntungan mobilitas semakin terkonsentrasi di antara negara-negara yang paling kuat secara ekonomi dan politik di dunia,” ujar dia, seperti dikutip dalam situs Henley Global. (*)




Komentar